Siklus Hujan Rejeki

Kalau di pelajaran di sekolah gimana kira kira siklus hujan? Saya percaya sebagian dari kita pasti bisa menjawabnya (Air menjadi uap -> Uap menjadi awan -> Awan menjadi hujan). Nah sekarang gimana caranya biar terjadi hujan rejeki? Cek this out …

  1. Air menjadi uap. Untuk menjadi uap tentu harus ada panas, semakin panas sinar matahari semakin cepat pula air menjadi uap. Panas ini menggambarkan suatu kerja keras di dalam kehidupan kita. Namun pada proses ini hujan masih belum terjadi.
  2. Uap menjadi awan. Ditahapan ini yang harus anda lakukan adalah mengkombinasikan antara kerja keras dengan kerja cerdas. Anda di wajibkan untuk membangun kepercayaan kepada client serta membuat mereka puas.
  3. Awan menjadi hujan. Pelanggan yang puas otomatis akan merekomedasikan anda kepada teman-temannya, sehingga hujan order pun terjadi pada siklus yang ini. Ada tidak perlu bekerja terlalu keras order akan datang dengan sendirinya.

 

Advertisements
Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Siklus Hujan Rejeki

  1. yups,…setuju ane masbro,…

  2. Waah Mantep Tenan Pak dhe !!!!!!

    Blog ini cukup ramai sekali,penataannya juga cukup bagus ditambah dengan artikel yang bagus pula,sungguh sangat sempurna !!! Salam Kenal !!!
    Jangan lupa berkunjung ke blog saya
    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: