The Conqueror

Kita semua suka bicara, tetapi kadang-kadang kita melupakan bagian yang tak kalah penting dalam sebuah percakapan. Kita sering lupa mendengarkan. Kita lebih sibuk memikirkan kalimat-kalimat berikutnya ketika orang lain sedang berbicara.

Dalam percakapan atau perundingan bisnis, jernihkan pikiran Anda dari semua preferensi dan prasangka pribadi. Berusahalah melihat percakapan dengan pandangan yang terang. Dengarkan kerangka referensi orang lain. Apa yang dialaminya hari ini? Bagaimana keadaan emosinya secara umum? Dengarkan dengan telinga dan mata Anda.

Mendengarkan dengan baik adalah keahlian yang memerlukan latihan, empati dan perhatian penuh kepada orang lain. Namun, imbalannya besar sekali. Pendengar yang baik biasanya mempelajari banyak hal dan punya banyak teman.

Seorang kawan dijuluki playboy. Saya menanyakan apa resep rahasianya sehingga bisa menaklukkan hati banyak waninat. “Sederhana saja, kawan,” katanya. “Saat bercakap-cakap dengan mereka, buanglah jauh jauh kata ‘aku’ dan gantilah dengan kata ‘kamu’.”

Advertisements
Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Love, Pengembangan Diri | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: