Hujan Yang Wajar

Ketika jaman kuliah dulu saya pernah mendapat fenomena yang bisa untuk pelajaran. Saat itu musim hujan dan kuliah yang saya ambil saat itu adalah sesi 1 (jam 7 pagi). Ketika sampai di kampus ternyata di sana cuma ada 2 orang yang telah hadir disana, padahal waktu sudah menunjukan pukul 6.50 wib. Sambil menyapa saya berkata kepada teman saya “wow, keren nih udah dateng duluan”, teman saya menjawab “lho sekarang kan musim ujan, otomatis ngga bisa ngebut seperti biasanya, ditambah pasti lebih macet, jadi mendingan saya berangkat lebih pagi”, jawab teman saya. Beberapa waktu berselang dosen kami datang karena pada saat itu jam sudah menunjukan pukul 7. Ternyata di kelas cuma ada kami bertiga padahal mahasiswa yang terdaftar di absen adalah 68 orang. Karena dosen kami merupakan kategori dosen killer, maka dia langsung memulai kuliah dan memberikan quiz (semacam ujian kecil) yang nilainya akan digunakan untuk bonus, dan yang tidak hadir maka tidak akan mendapatkan bonus nilai.

Sepuluh menit berselang ternyata ada beberapa anak datang dan mereka berkomentar bahwa hujan deras & jalan macet maka WAJAR terlambat. Salah satu dari mereka ada yang berkata “wah kita telatnya kompak ya, hujan sih, WAJAR telat”. Kemudian mereka segera mengambil kertas dan kemudian ikut mengerjakan Quiz, tapi karena waktunya cuma 15 menit maka banyak dari mereka tidak bisa mengerjakan semua soal. Diakhir kuliah, ternyata mahasiswa yang masuk pada hari itu tidak sampai 50% dari total mahasiswa yang terdaftar.

Dari pengalaman ini dapat kita petik sebuah kesimpulan bahwa terkadang, banyak dari kita sering membuat pernyataan hal itu adalah WAJAR. Banyak dari kita berkata WAJAR tidak sukses karena banyak koruptor di indonesia, jadi perputaran uang tidak sehat. Ada juga yang berkata WAJAR nilainya jelek karena soalnya susah. Bahkan ada banyak kata WAJAR yang lain yang sering kita utarakan untuk membenarkan tindakan kita yang kurang baik. Oleh sebab itu tidak salah jika ada pernyataan WAJAR jika hidup mu masih biasa-biasa saja.

Karena Hujan ada beberapa orang mempersiapkan diri untuk tidak terlambat, sementara beberapa yang lain mengangap bahwa semua orang datang terlambat seperti dirinya.

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. (Proverbs 6:6 – 8)

Iklan
Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Love, Pengembangan Diri | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: