Menangis saat pergantian tahun

Saat memasuki detik awal di tahun 2012 saya yang kebetulan saat itu memilih merayakan di Gereja melihat beberapa fenomena yang aneh tapi nyata. Fenomena tersebut adalah menangis saat menginjak detik pertama tahun yang baru. Setelah saya analisa ternyata ada 2 tipe penyebab mereka menitikan air mata.

Yang pertama adalah mereka merasa bangga terhadap pencapaian kesuksesan dan anugrah Tuhan di tahun yang telah terlewati.

Yang kedua adalah karena mereka menyesal terhadap hidup mereka tahun sebelumnya dimana tahun sebelumnya dihabiskan oleh hal-hal yang sia-sia dan bertekat untuk lebih baik di tahun yang baru. Namun berdasarkan survei di tahun tahun yang silam ternyata 90% lebih dari tipe jenis orang ini mengulangi kesalahan yang sama di tahun- tahun berikutnya. Penyebabnya adalah karena sebagian dari mereka memiliki impian yang tidak nyata sehingga saat menjalani tahun tersebut mereka bingung harus melakukan apa. Sebagian lagi ada yang hanya memiliki impian yang besar namun tidak berani untuk berjuang (bayar harga) sehingga impian hanya menjadi impian saja. Ada juga sebagian lagi yang semangat di awal-awal namun seiring dengan berjalannya waktu maka semangat tersebut hilang di telan bumi.

Saya menyukai prinsip dari salah seorang teman saya yang berbunyi “born as nothing but die as a legend”.

Bagaimana dengan anda? apakah tahun depan anda akan melewati tahun dengan tangisan kebanggaan atau akan melewati tahun dengan tangisan penyesalan?

Iklan
Categories: Love, Pengembangan Diri | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: