Tuttorial Photography : Dasar Fotografi

kamera

Wah sekian lama ngga ngeblog karena kesibukan saya yang sebenernya ngga sibuk-sibuk amat tapi cukup menyita waktu. apakah itu? Ya kesibukan baru saya adalah belajar fotografi. Fotografi lumayan menarik bagi saya karena kita bisa mengabadikan apa yang ada di sekitar kita. Untuk konsentrasi fotografi sendiri terdiri dari beberapa macam diantaranya adalah fotografi sport, macro, still life, wedding, human interest, landscape, dan kategori lain yang lupa saya sebutkan hehe. Nah sekarang ini saya ingin membagikan tentang dasar-dasar fotografi yang wajib di mengerti bila ingin belajar fotografi.

1. Cahaya

Cahaya merupakan sesuatu yang penting dalam foto, karena kita tidak bisa mengambil gambar tanpa ada cahaya. Kondisi cahaya di tempat sekitar pemotretan akan mempengaruhi hasil sehingga dalam mengambil gambar terkadang kita harus menggunakan cahaya buatan melalui flash. Untuk macam macam cahaya itu sendiri terbagi menjadi

  • Hard Light – Merupakan cahaya yang sangat keras. Sumber cahaya ini adalah sinar matahari langsung, flash tanpa defuser, lampu yang tanpa defuser.
  • Soft Light – Merupakan cahaya yang sudah melewati medium sehingga cahaya ini tidak begitu keras. Sumber cahaya ini biasanya dari sinar matahari yang terhalang awan, flash dengan defuser, cahaya yang masuk melalui kaca, dll.

2. ISO

Merupakan sensor pada kamera yang berguna untuk menangkap cahaya, semakin besar setingan ISO semakin besar juga cahaya yang di tangkap sensor. Namun semakin besar nilai ISO ini maka biasanya akan menimbulkan noise (bintik titik titik halus) pada gambar. Oleh sebab itu setingan ISO ini harus di sesuaikan dengan kondisi ruangan.

3. Aperture

Merupakan lubang pada lensa yang berguna untuk cahaya masuk ke kamera. Semakin besar nilai dari aperture maka fokus akan semakin tajam namun cahaya yang masuk ke sensor akan semakin sedikit (lebih gelap). Sebaliknya semakin kecil dari nilai aperture maka fokus akan semakin kurang namun cahaya yang masuk ke sensor akan semakin banyak (lebih terang).

4. Shutter Speed

Merupakan nilai dari kecepatan rana (shutter) untuk membuka dan menutup agar cahaya masuk. Semakin cepat shutter speed ini akan dapat membekukan  gambar namun cahaya yang masuk akan berkurang. Sebaliknya semakin lambat shutter speed maka gambar akan lebih dinamis dan cahaya yang masuk akan lebih banyak.

5. Komposisi

Merupakan sesuatu yang ada di dalam foto kamu. Bagaimana pengambilan sudut, kolaborasi warna, prespektif, dan obyek yang diambil.

6. Optic

Merupakan  lensa yang digunakan untuk mengambil gambar. Jenis lensa yang dipakai akan mempengaruhi hasil dari gambar. Macam lensa yang ada adalah lensa normal, lensa telefoto, lensa sudut lebar, lensa fix, dan lensa macro.

 

Untuk pembahasan detail tentang hal diatas akan saya bahas di postingan selanjutnya. Jangan lupa kunjungi web gallery saya di http://www.photo.biz.id

Iklan
Categories: Photography | Tag: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: