Belajar Menjual dari Bayi

steven

Kita hidup di dalam sebuah dunia yang penuh pertentangan. Oleh sebab itu, banyak dari kita yang bingung terhadap apa yang benar dan yang tidak, apa yang baik dilakukan dan apa yang tidak. Sebagai hasil dari kebingungan ini, banyak orang yang tidak mencapai kemampuan potensial mereka secara optimal.

Bila kita lihat bayi (kebetulan saya baru saja di anugrahi seorang keponakan oleh Tuhan) tiap dia menginginkan sesuatu dia akan meminta. Saat dia lapar dia akan meminta makan, saat popoknya basah dia akan minta agar segera di ganti, saat dia ingin di gendong maka dia akan meminta. Bayi-bayi ini akan meminta tanpa malu-malu  dengan tulus dan tanpa tipuan, dan yang paling istimewa adalah tidak ada seorang pun yang keberatan atas permintaan mereka.

Kadang kala, ibunya tidak mendengar, pura-pura tidak mendengar atau terlalu sibuk untuk selalu mengurus bayinya… Tidak apa-apa, bayi itu akan terus meminta sampai ibunya datang. Bayi tidak menjadi patah semangat. Ia tidak mengerti arti kata! Bayi tidak merasa malu, bahkan kata itu tidak ada dalam perbendaharaan katanya! Baginya, semua itu begitu alami… ia meminta sesuatu yang berhak diterimanya. Bagaimana lagi ia bisa mendapatkannya jika tidak meminta? Jika ibunya tidak datang, kemudian bayi akan terus meminta. Mungkin ayah, bibi, nenek, atau seseorang bakal datang.

Dalam dunia bayi, semua bersifat langsung apa adanya! Butuh sesuatu? Tinggal minta saja! Tidak ada orang yang mendengar atau peduli? Mintalah terus sampai muncul seseorang yang datang dan memperhatikan.

Sebagai seorang penjual banyak dari kita terkadang merasa malu, minder ataupun gengsi untuk meminta kepada calon customer. Terkadang kita malu untuk meminta waktu untuk temu janji, terkadang kita juga malu untuk meminta refrensi dari orang-orang disekitar kita. Tak heran banyak seorang penjual yang biasa-biasa saja. Saya sendiri terkadang masih memiliki rasa ini, oleh sebab itu mari kita belajar dari bayi 🙂

Ingat … Mintalah maka kamu akan diberi

Iklan
Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: