Love

Jangan Patah Hati

Cara menghilangkan patah hati karena putus cinta, pasangan selingkuh atau teman membicarakan keburukan di belakang, bisa dengan mudah Anda jalani. Penyebab rasa kecewa hingga timbul dendam tergantung pada kesalahan atau kekurangan Anda.

Rasa sakit hati tidak baik didiamkan berkepanjangan sebab bisa merugikan diri Anda. Bukankah hidup akan jauh terasa lebih nyaman dan menyenangkan tanpa adanya rasa sakit hati terhadap seseorang? Atasilah sakit hati Anda dengan beberapa cara berikut :

  1. Tak ada yang salah dengan sakit hati. 
    Hampir semua orang pernah mengalami sakit hati dalam kisah cinta mereka sehingga tak ada yang salah jika Anda merasakannya. Terimalah perasaan sakit hati-yang merupakan bagian kecil dari kehidupan–dengan tanpa menyalahkan siapapun. Perasaan Anda, hanyalah Anda yang bertanggung jawab, bukan orang lain! Mereka tidak bertanggung jawab atas apa pilihan kondisi hati yang Anda tentukan.Dengan mengatakan ‘mereka sudah menyakiti perasaan saya’ hanya merupakan pembenaran pada diri kita sendiri. Ini salah, sebaliknya malahan Anda yang membiarkan perasaan Anda terluka dengan hal ini.
  2. Ekspresikan rasa sakit hati. 
    Mengungkapkan sakit hati harus tetap dengan cara yang positif. Menangis, berteriak, atau bercerita kepada sahabat bisa Anda lakukan sebagai jalan yang baik tanpa Anda melukai diri sendiri dengan menyimpan perasaan itu berkepanjangan. Tapi ingat, untuk menyembuhkannya, pasti membutuhkan sedikit waktu.
  3. Ambil sisi positif
    Coba Anda pikir apa yang Anda dapat ketika menyalahkan orang lain? tentu hanya rasa sakit yang lebih dalam dan lama. Itu jelas merugikan diri Anda. Lihatlah akar permasalahan yang menyebabkan sakit hati Anda. Perbaiki diri dengan perlahan belajar dari kesalahan atau kekurangan masa lalu.
  4. Jangan simpan dendam
    Sadarilah, rasa sakit hati tidaklah lebih kuat dari Anda sendiri. Hanya dendam yang akan timbul ketika Anda membiarkan sakit hati berkepanjangan. Terima kenyataan dari masalah Anda, belajar dari kesalahan, dan bangkit!
Iklan
Categories: Love, Pengembangan Diri | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Menangis saat pergantian tahun

Saat memasuki detik awal di tahun 2012 saya yang kebetulan saat itu memilih merayakan di Gereja melihat beberapa fenomena yang aneh tapi nyata. Fenomena tersebut adalah menangis saat menginjak detik pertama tahun yang baru. Setelah saya analisa ternyata ada 2 tipe penyebab mereka menitikan air mata.

Yang pertama adalah mereka merasa bangga terhadap pencapaian kesuksesan dan anugrah Tuhan di tahun yang telah terlewati.

Yang kedua adalah karena mereka menyesal terhadap hidup mereka tahun sebelumnya dimana tahun sebelumnya dihabiskan oleh hal-hal yang sia-sia dan bertekat untuk lebih baik di tahun yang baru. Namun berdasarkan survei di tahun tahun yang silam ternyata 90% lebih dari tipe jenis orang ini mengulangi kesalahan yang sama di tahun- tahun berikutnya. Penyebabnya adalah karena sebagian dari mereka memiliki impian yang tidak nyata sehingga saat menjalani tahun tersebut mereka bingung harus melakukan apa. Sebagian lagi ada yang hanya memiliki impian yang besar namun tidak berani untuk berjuang (bayar harga) sehingga impian hanya menjadi impian saja. Ada juga sebagian lagi yang semangat di awal-awal namun seiring dengan berjalannya waktu maka semangat tersebut hilang di telan bumi.

Saya menyukai prinsip dari salah seorang teman saya yang berbunyi “born as nothing but die as a legend”.

Bagaimana dengan anda? apakah tahun depan anda akan melewati tahun dengan tangisan kebanggaan atau akan melewati tahun dengan tangisan penyesalan?

Categories: Love, Pengembangan Diri | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Perencanaan

Beberapa hari lalu saya tergabung dalam pelayanan untuk perayaan Natal di gereja saya. Dalam menyiapkan acara Natal tersebut saya mengamati banyak hal. Dimulai dari pembagian kelompok tugas, persiapan dekorasi, persiapan lighting, multimedia serta penyusunan rundown acara. Hal yang menarik, ketika saya mengamati sebuah rundown ternyata setiap detik waktu terjadwal dengan rapi, bahkan apabila ada kegiatan yang hampir overtime maka sang EO akan segera memperingatkan agar tidak terjadi overtime.

Sejenak saya berpikir, untuk perayaan Natal saja kita merencanakan dengan detail. Namun seberapa banyak kah dari kita yang merencanakan dengan detail kehidupan kita. Banyak orang hidup dengan mengalir dan tidak terencana, maka seperti perayaan Natal yang akan kacau jika tidak ada persiapan dan perencanaan, demikian juga hidup kita akan kacau jika tanpa perencanaan. Oleh sebab itu mari kita rencanakan kehidupan kita sekarang, maka terobosan diwaktu yang akan datang akan terjadi.

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Love, Pengembangan Diri | Tag: , , , , | 2 Komentar

Kapasitas Hati

Musim hujan adalah musim yang sangat dinantikan oleh penduduk yang daerahnya sulit air. Banyak dari mereka ketika hujan tiba membawa ember untuk menampung air sehingga bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Terinspirasi dari fenomena tersebut coba kita bayangkan, seandainya air hujan adalah kebahagiaan yang terdiri dari kemakmuran + kesehatan + cinta maka untuk dapat kebahagiaan yang banyak kita harus memperbanyak / memperbesar ember kita untuk dapat menampungnya. Ember disini berbicara tentang kapasitas hati.

Apa itu kapasitas Hati ?

Seperti layaknya air hujan yang terdapat bermacam-macam butiran air yang kemudian apabila ditampung didalam ember akan membentuk suatu kesatuan, demikian juga kapasitas hati merupakan kesatuan dari beraneka ragam attitude. Contoh nya adalah attitude kerajinan, tingkat pengendalian emosi, tingkat disiplin diri, dan macam-macam attitude lainya. Semakin besar kapasitas hati ini, maka semakin besar juga tingkat kebahagiaan anda. Oleh sebab itu mari latih diri kita untuk terus meningkatkan kapasitas hati kita.

Categories: Love, Pengembangan Diri | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Hujan Yang Wajar

Ketika jaman kuliah dulu saya pernah mendapat fenomena yang bisa untuk pelajaran. Saat itu musim hujan dan kuliah yang saya ambil saat itu adalah sesi 1 (jam 7 pagi). Ketika sampai di kampus ternyata di sana cuma ada 2 orang yang telah hadir disana, padahal waktu sudah menunjukan pukul 6.50 wib. Sambil menyapa saya berkata kepada teman saya “wow, keren nih udah dateng duluan”, teman saya menjawab “lho sekarang kan musim ujan, otomatis ngga bisa ngebut seperti biasanya, ditambah pasti lebih macet, jadi mendingan saya berangkat lebih pagi”, jawab teman saya. Beberapa waktu berselang dosen kami datang karena pada saat itu jam sudah menunjukan pukul 7. Ternyata di kelas cuma ada kami bertiga padahal mahasiswa yang terdaftar di absen adalah 68 orang. Karena dosen kami merupakan kategori dosen killer, maka dia langsung memulai kuliah dan memberikan quiz (semacam ujian kecil) yang nilainya akan digunakan untuk bonus, dan yang tidak hadir maka tidak akan mendapatkan bonus nilai.

Sepuluh menit berselang ternyata ada beberapa anak datang dan mereka berkomentar bahwa hujan deras & jalan macet maka WAJAR terlambat. Salah satu dari mereka ada yang berkata “wah kita telatnya kompak ya, hujan sih, WAJAR telat”. Kemudian mereka segera mengambil kertas dan kemudian ikut mengerjakan Quiz, tapi karena waktunya cuma 15 menit maka banyak dari mereka tidak bisa mengerjakan semua soal. Diakhir kuliah, ternyata mahasiswa yang masuk pada hari itu tidak sampai 50% dari total mahasiswa yang terdaftar.

Dari pengalaman ini dapat kita petik sebuah kesimpulan bahwa terkadang, banyak dari kita sering membuat pernyataan hal itu adalah WAJAR. Banyak dari kita berkata WAJAR tidak sukses karena banyak koruptor di indonesia, jadi perputaran uang tidak sehat. Ada juga yang berkata WAJAR nilainya jelek karena soalnya susah. Bahkan ada banyak kata WAJAR yang lain yang sering kita utarakan untuk membenarkan tindakan kita yang kurang baik. Oleh sebab itu tidak salah jika ada pernyataan WAJAR jika hidup mu masih biasa-biasa saja.

Karena Hujan ada beberapa orang mempersiapkan diri untuk tidak terlambat, sementara beberapa yang lain mengangap bahwa semua orang datang terlambat seperti dirinya.

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. (Proverbs 6:6 – 8)

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Love, Pengembangan Diri | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

The Conqueror

Kita semua suka bicara, tetapi kadang-kadang kita melupakan bagian yang tak kalah penting dalam sebuah percakapan. Kita sering lupa mendengarkan. Kita lebih sibuk memikirkan kalimat-kalimat berikutnya ketika orang lain sedang berbicara.

Dalam percakapan atau perundingan bisnis, jernihkan pikiran Anda dari semua preferensi dan prasangka pribadi. Berusahalah melihat percakapan dengan pandangan yang terang. Dengarkan kerangka referensi orang lain. Apa yang dialaminya hari ini? Bagaimana keadaan emosinya secara umum? Dengarkan dengan telinga dan mata Anda.

Mendengarkan dengan baik adalah keahlian yang memerlukan latihan, empati dan perhatian penuh kepada orang lain. Namun, imbalannya besar sekali. Pendengar yang baik biasanya mempelajari banyak hal dan punya banyak teman.

Seorang kawan dijuluki playboy. Saya menanyakan apa resep rahasianya sehingga bisa menaklukkan hati banyak waninat. “Sederhana saja, kawan,” katanya. “Saat bercakap-cakap dengan mereka, buanglah jauh jauh kata ‘aku’ dan gantilah dengan kata ‘kamu’.”

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Love, Pengembangan Diri | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

The Power Of Giving

Hukum didalam kehidupan ini  “Setiap orang yang menabur pasti menuai

Banyak orang tidak sadar bahwa untuk mendapatkan sesuatu, kita harus menabur terlebih dahulu. Menabur disini maksudnya adalah kita harus memberi (giving) terlebih dahulu sebelum kita mendapat (get).

Sebenarnya kalau kita cek didalam ke hidupan sehari-hari ternyata hukum ini mutlak terjadi. Coba kita jawab beberapa pertanyaan berikut :

  1. Misal anda bekerja di suatu perusahaan yang harus anda lakukan adalah menerima (Get) gaji dulu kemudian bekerja (Give), atau bekerja (give) dahulu baru menerima (get) gaji ?
  2. Manakah yang akan mendapatkan bunga (Get)? Menabung (Give) atau Ngutang ?
  3. Kalau anda yang akan pdkt sama seseorang, anda harus memberi sesuatu dulu (perhatian, senyuman, rasa aman, dll), baru dia mau menerima anda.
  4. Seorang pengusaha / entrepreneur / pedagang, biar produknya laku bukan kah harus berpromosi (Give) terlebih dahulu kan?
  5. Ada ngga pengemis yang kaya ?
Nah dari beberapa contoh diatas ternyata untuk mendapatkan (Get), maka kita harus memberi (Give) terlebih dahulu. Namun terkadang kita tidak menyadarinya dan merasa kalau memberi itu akan  merugikan kita. Mulai sekarang ubah paradigma kita, dan rasakan bedanya dalam waktu waktu yang mendatang.

 

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Love, Pengembangan Diri | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Transfer Emosi

Tadi siang ketika saya sedang berselancar di internet tiba tiba saya di kagetkan dengan tetangga dari sebelah yang datang ke rumah saya dan berkata dengan marah-marah. Kata-katanya seperti ini “Itu kok caranya kayak begitu !!!, Ngga tau aturan !!!”. Saya yang kaget dengan pernyataan itu sedikit ikutan emosi meskipun saya tidak membalas dengan marah-marah. Dan hal yang saya lakukan cuma bertanya “Ada apa ya Pak?”. Ternyata tukang servis AC yang sedang membetulkan AC di kamar saya menginjak atap dari tetangga saya tersebut.

Dari kejadian ini ternyata emosi tetangga saya ter transfer ke saya, bisa saja saya membalas dengan kata-kata yang tidak enak, namun karena saya tidak suka memperpanjang masalah jadi saya jawab dengan lembut, akhirnya dia juga menjawab dengan lembut juga.

Di kehidupan sehari-hari kita juga selalu melakukan transfer emosi (baik maupun buruk) ke orang lain. Oleh sebab itu alangkah baiknya bila kita melatih emosi kita agar bisa kita kendalikan, sehingga kita selalu mentransfer emosi yang baik ke orang laing, otomatis hidup kita akan lebih hidup dan suka cita. Ingat jadilah dampak bagi orang lain.

Categories: Love, Pengembangan Diri | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.