Pengembangan Diri

No Goals, No Target, No Results (Part 2)

tujuan-goal

Jakarta adalah kota macet! Rata-rata, seseorang membutuhkan 1–2 jam perjalanan dari rumah ke kantor mereka. Dan 1-2 jam perjalanan lagi untuk pulang ke rumah. Seorang teman bercerita kepada saya tentang insiden yang menimpanya. Rata-rata ia membutuhkan waktu 1,5 jam perjalanan dari kantor ke rumah. Sejak rumahnya terletak di “rute macet”, tidak ada suatu apa pun yang dapat ia lakukan. Jadi setiap hari, saat ia terjebak dalam kemacetan, ia selalu mendengarkan musik, radio, dan kaset-kaset motivasi. Dengan kata lain, ia menerima waktu 1,5 jam itu tanpa rasa kecewa dan amarah.

Tetapi, suatu hari, dalam perjalanan pulang, istrinya menelpon dan mengatakan bahwa anaknya yang berusia dua tahun terjatuh dan mengalami robek di dahinya. Dan sekarang sedang mengalami pendarahan hebat. “Pulanglah ke rumah secepat-cepatnya!” Suara tangisan anak kesayangannya terdengar di belakang telepon. Segera ia tancap gas dan mengambil sisi jalan, bergerak agak cepat…semua dilakukan hanya untuk sampai ke rumah dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Akhirnya, ia sampai ke rumah. Dan ternyata, ia hanya menghabiskan waktu satu jam perjalanan dari kantor ke rumah! 30 menit lebih cepat dari biasanya! Istrinya sangat terkejut. “Bagaimana kamu bisa sampai ke rumah dalam tempo satu jam?” Ia menjawab, “Saya menerobos, menekan gas sedalam-dalamnya, mengambil jalan pintas, bergerak cepat… pokoknya apa pun yang dapat membuat saya lebih cepat!”
Jadi Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Ketika Anda sudah memiliki tujuan yang jelas dan bisa memvisualisasi hasil akhirnya secara jelas, otomatis Anda akan memiliki tingkat KEPENTINGAN yang lebih kuat. Ketika kita ingin lebih cepat mencapai tujuan kita, secara otomatis kita akan menemukan jalan yang lebih baik dan lebih cepat untuk mencapai tujuan tersebut—dengan kata lain, kita akan mencapai sukses LEBIH CEPAT!

Bagaimana dengan Anda? Apa tujuan Anda? Dapatkan Anda menggambarkan HASIL AKHIR? Jika jawabannya “ya”, selamat! Anda akan mencapai tujuan Anda dan sukses lebih cepat dari kebanyakan orang. Jika jawabannya “tidak”, maka saya sarankan Anda untuk mulai menuliskan tujuan Anda. Anda akan membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mencapai tujuan Anda! Mengapa Anda ingin MENYIA-NYIAKAN waktu dan hidup Anda.

 

Advertisements
Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Leave a comment

No Goals, No Target, No Results (part 1)

DART_BOARD

Setiap orang pasti ingin sukses. Namun, dalam kenyataannya tidak banyak orang yang bisa sukses seperti yang didambakan. Mengapa? Jawabannya sederhana: TIDAK PUNYA TUJUAN YANG JELAS.

Penelitian berkali-kali menunjukkan bahwa orang yang punya tujuan yang jelas (clear goals) akan lebih cepat sukses daripada mereka yang tidak memilikinya. Mengapa begitu?

Mengalahkan Juara Dunia dalam 10 Menit!

Brian Tracy, Sang Success Guru menjelaskan seperti ini. Tracy menjamin bahwa dalam 10 menit, ia dapat melatih Anda bagaimana cara melempar dart sebaik-baiknya sehingga Anda mampu mengalahkan juara dunia.
Bagaimana hal itu bisa terjadi? Inilah skenarionya. Ia akan mengumpulkan Anda berdua (Anda dan sang juara). Kemudian ia akan memberikan Anda papan dengan beberapa dart. Lalu Anda berdua diperintahkan untuk bersiap melempar dart ke papan tadi. Akan tetapi, sebelum sang juara beraksi, Tracy akan menutup mata sang juara, memutarnya beberapa kali sampai dia kehilangan arah. Anda, bagaimana pun tidak perlu memakai penutup mata dan dapat melihat papan dart di depan Anda sejelas-jelasnya. Sang juara tidak dapat melihat papan dart dan kini ia pun kehilangan arah. Ia tidak tahu di mana papan dart berada. Dalam situasi ini, Anda berdua di minta untuk melempar dart tersebut ke arah papan tadi.
Di antara Anda berdua, siapa yang akan menancapkan dart lebih banyak di papannya? Sang juara (yang matanya ditutup dan kehilangan arah) atau Anda (tidak memakai penutup mata dan dapat melihat papan dart dengan jelas)?
Tentu Ada akan tampil lebih baik dari pada sang juara? Mengapa? Karena Anda dapat melihat sasaran Anda (goal) dengan jelas. Sementara ia tidak. Hal ini sangat mudah, langsung mengena dan tepat! Dan yang mengherankan adalah meski setiap orang ingin mencapai sukses, namun hanya 3% dari populasi dunia yang benar-benar menuliskan, membaca, dan mengulang tujuan hidup mereka setiap hari!!
Do You Have A Dart Board?
Hampir seluruh penduduk bumi (97%) menghabiskan hidupnya tanpa tujuan yang jelas. Beberapa dari mereka begitu sibuk menggeluti pekerjaannya sehingga kehilangan pandangan dan tujuan. Mereka hanya melempar dart pada papan yang tidak ada! Benar-benar usaha yang sia-sia, menghabiskan waktu dan tenaga!
Bagaimana dengan Anda? Apa tujuan Anda? Apakah Anda punya tujuan yang jelas. Apakah Anda membaca dan mengulang tujuan-tujuan ini setiap hari untuk mengingatkan diri Anda. Jika jawabannya “ya”, selamat Anda sudah berada di jalan yang benar untuk mencapai sukses. Jika jawabannya “tidak”, maka saya sarankan Anda untuk segera menulis tujuan itu. Semua yang Anda butuhkan adalah menghabiskan cukup waktu sambil bertanya kepada diri Anda, “Apakah hal ini yang benar-benar ingin saya capai?” Kemudian tulislah SEGERA tujuan itu.

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , | Leave a comment

Menunda Investasi? Jadi Miskin Lho.. (1)

123investasi

Masih banyak orang yang berpikir, sebenarnya butuh nggak ya layanan atau jasa seorang Perencana Keuangan? Banyak juga orang yang kemudian berpikir bahwa mereka merasa tidak memerlukan jasa Perencanaan Keuangan.

Sebagian dari mereka mungkin berpikir bahwa mereka telah memiliki rumah, harta warisan yang belum dibagikan, tabungan pensiun dari kantor, asuransi dari kantor, Jamsostek dan lain-lain. Akan tetapi apakah pernah terpikirkan oleh mereka apabila dana-dana tersebut benar-benar cukup untuk memenuhi kebutuhan keuangan mereka? Pernah nggak sih dilakukan perhitungan secara detil?

Sebagai contoh untuk tabungan dana pensiun.yang didapatkan dari kantor dengan model Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), Anda mungkin tidak pernah tahu berapa besar perhitungan dana pensiun yang akan diterima nantinya di masa pensiun (kecuali bisa dihitungkan).

Padahal apabila dihitung maksimum yang bisa diterima dari tabungan pensiun tersebut misalnya adalah sebesar Rp 5 juta per bulan, karena perhitungan maksimal Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) adalah sebesar Rp 5 juta per bulan apabila karyawan tersebut mendapatkan 100% dari formula tersebut, yang sudah barang tentu hanya akan didapatkan oleh top executive dari perusahaan.

Apa jadinya apabila mereka hanya seorang manajer menengah? Atau bahkan karyawan dan staff biasa saja.

Ini baru satu contoh saja dan kebetulan contohnya untuk investasi jangka panjang. Dan masih banyak rencana jangka panjang lainnya yang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Nah, bayangkan apabila dari awal Anda sudah salah dalam menempatkan dana anda. Sebagai contoh, dana pensiun yang diperlukan 20-30 tahun lagi Anda tempatkan ke tabungan yang hanya memberikan rata-rata 2-5% bunga per tahun.

Kesalahan ini fatal, karena dengan rata-rata inflasi yang tinggi sementara bunga tabungan dana pensiun yang rendah menyebabkan Anda mungkin tidak bisa mencapai target dana pensiun yang Anda inginkan. Semakin fatal ketika Anda baru mengetahui ketika sudah terlanjur atau telat, misalkan sudah berjalan 5, 10 atau bahkan 15 tahun kemudian.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, investasi khususnya di produk keuangan/pasar modal membutuhkan waktu yang cukup panjang dan dilakukan secara rutin agar investasi kita bisa berkembang.

Semakin dekat jarak waktu investasi kita, maka semakin besar dana yang harus dicicil setiap bulannya. Itulah sebabnya sangat penting untuk kita mulai melakukan perencanaan keuangan dan investasi dari sekarang, dan dilakukan dengan cara dan perhitungan yang benar.

Di tulisan edisi berikutnya akan saya berikan contoh perbedaan nominal ketika kita terlambat atau menunda melakukan perencanaan keuangan dan investasi.

sumber : http://finance.detik.com/read/2013/05/28/071518/2257533/722/menunda-investasi-jadi-miskin-lho–1-?f991104topnews

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Leave a comment

Menjadi Saluran Berkat

laut mati

Sebagian dari kita tentunya tau yang namanya laut mati. Di laut mati orang bisa terapung dan airnya sangat asin. Laut Mati berada di antara wilayah Yordania dan negara Palestina.

Laut mati ini disebut mati karena airnya tidak mengalir kemana-mana lagi. Oleh sebab itu air nya memiliki kadar garam yang tinggi dan tidak ada mahluk hidup yang dapat hidup di laut mati ini.

 

Dari sini kita bisa belajar satu hal. Seringkali ada orang memiliki berkat yang melimpah namun dia tidak mau membagikannya kepada orang lain. Orang ini akan mengambil untung yang sebesar-besarnya tapi dia memberikan gaji ke karyawan seminim minimnya. Semboyannya dengan modal sekecil-kecilnya mendapat untung yang sebesar besarnya.

Namun apakah hal yang dilakukan itu bagus? Tentu saja tidak. Karyawan yang bekerja di perusahaan dia akan merasa tertekan sehingga mereka akan mengerjakan kerjaan mereka dengan tidak bersemangat yang menyebabkan produk yang dihasilkan kurang bagus. Sebagian dari karyawan akan melakukan korupsi untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sebagian dari karyawan unggulan / berbakat akan segera pindah ke perusahaan kompetitor yang menyebabkan perusahaan kehilangan orang yang berkwalitas. Bila hal ini terus terjadi maka lama kelamaan yang terjadi adalah seperti laut mati.

Sebaliknya bila kita bisa menjadi saluran berkat maka perusahaan kita akan semakin berkembang, karyawan akan semakin loyal, produk yang dihasilkan akan semakin bagus kwalitasnya. Akibatnya cabang-cabang baru akan berdiri dan makin lama makin tambah besar.

Oleh sebab itu mari kita menjadi saluran berkat agar kita tidak menjadi seperti laut mati.

Categories: Pengembangan Diri | Tags: , , | Leave a comment

Tips Keluar Dari Jeratan Hutang Kartu Kredit

Fan of Visa Credit Cards

Dijaman yang modern ini penggunaan kartu kredit sudah sangat banyak, karena selain simple kita juga dapat membayar apa yang kita inginkan tanpa perlu langsung mengeluarkan uang (hutang). Namun tidak sedikit dari orang yang akhirnya terjebak dengan hutang kartu kredit ini. Nah berikut tips agar tidak terjerat hutang kartu kredit :

1. Hindari penggunaan kartu kredit untuk pembelian barang yang sifatnya kurang penting atau di penting pentingkan. Misal pembelian tablet terbaru dengan alasan agar kinerja kita semakin produktif.

2. Ketahui berapa besar utang anda. Sebagian dari kita terkadang tidak mengerti jumlah hutang kita sebenarnya di kartu kredit, sehingga ketika tagihan kita muncul maka respon kita stres dan tidak sedikit yang akhirnya hanya membayar bunga minimum nya. Apabila hal ini yang terjadi maka sebenarnya kita telah terjerat hutang kartu kredit.

3. Pilih hutang dari kartu kredit yang hendak anda lunasi. Anda bisa memulai melunasi yang bunganya paling besar atau melunasi kartu kredit dengan balance terkecil. Dari 2 cara ini sama sama baik asalkan anda berkomitmen untuk segera melunasinya.

4. Bayar hutang semaksimal mungkin sesuai dengan pilihan anda, kemudian untuk hutang yang lain bayarlah minimum payment nya saja.

5. Lakukan terus berulang ulang hingga hutang lunas terbayar. Kemudian lakukan juga untuk hutang yang lainnya.

Ingat kita harus terbebas dari hutang karena orang yang berhutang merupakan hamba dari orang yang menghutangi.

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Beware !!! Undected Comfort Zone

great_work

Manusia pada dasarnya memiliki kecenderungan untuk merasa nyaman dengan hal-hal yang sudah biasa dilakukan. Rasa nyaman itu merupakan sesuatu yang menyenangkan, meski mungkin sebenarnya ada juga perasaan tidak puas. Namun banyak orang memilih untuk tetap diam didalam zona nyaman ( comfort Zone ) dan tidak bergerak maju ketimbang harus menghadapi kegelisahan dan ketidakpastian yang ada di luar zona tersebut.

Jim Collin mengatakan bahwa “Good is the enemy of great”. Menurutnya itu adalah salah satu alasan kita agak kita menjadi great didalam hidup kita. Seringkali kita merasa puas dengan sesuatu yang baik (good). Kita tidak memiliki sekolah yang hebat karena kita sudah berada di sekolah yang bagus. Hanya sedikit orang yang bisa mencapai sesuatu yang great karena sebagian dari mereka memilih jalan yang lebih mudah, yaitu berhenti pada sesuatu yang bagus. Dalam hal keuangan, masalahnya pun sama. Pekerjaan dan jabatan yang dirasa sudah baik, kepemilikan rumah dan mobil pribadi yang cukup akan membuat kita merasa nyaman dan berhenti bergerak maju. Saya sering sekali mengamati beberapa teman saya senang berada di dalam keadaan seperti ini. Meski pekerjaan yang di jalaninya membuat waktu bersama keluarga menjadi sedikit, meski lingkungan kerjanya keras dan saling sikut, meskipun di kantor tidak cocok dengan atasan, banyak dari mereka yang berusaha menutup mata dari semua kenyataan itu dengan berbagai macam alasan seperti “Gajinya besar”, “Kerja disini santai”, dll. Padahal sesungguhnya diluar sana masih banyak peluang lain yang sesungguhnya jauh lebih baik dan lebih nikmat dibanding zona nyaman yang mereka miliki.

Mungkin sebagian dari kita tidak sadar tekah kehilangan beberapa hal yang hebat karena sudah puas dengan apa yang ada di depan mata. Tapi dalam hal ini bukan maksud saya tidak bersyukur, namun sebenarnya ada banyak potensi didalam diri kita yang sebenarnya belum optimal. Dan dalam hal ini saya sedang berbicara tentang sesuatu yang bisa diraih setiap orang. Mencapai kehidupan yang lebih baik, mencapai kehidupan taraf keuangan yang lebih baik, mencapai kehidupan yang great bukan good.

Menjalani proses menuju pencapaian kehidupan keuangan yang great berarti Kita tidak boleh mudah berpuas diri. Kita tidak boleh terjebak didalam zona nyaman, dan kita harus tetap melangkah maju.

Saya sendiri sampai sekarang masih berjuang dengan proses ini. Saya berusaha mengevaluasi setiap kerja saya agar saya tidak terjebak dalam zona nyaman. Dan menurut saya ini tidaklah mudah namun karena keinginan saya untuk mencapai kebebasan financial di usia muda maka saya terus berjuang setiap hari untuk mengupgrade diri saya. Saya harap teman teman bisa terbebas dari zona nyaman dan mencapai kehidupan financial yang lebih baik.

GBU

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Leave a comment

Mengatasi Takut Kehilangan Uang

Uang yang Anda jadikan mimpi untuk kaya bisa membuat takut kehilangannya. Solusi agar berhasil dalam berbisnis atau berinvestasi tanpa perasaan takut kehilangan uang bisa Anda pelajari berikut.

Perbedaan utama antara orang kaya dengan orang miskin adalah cara mereka mengatasi itu.
(Robert T. Kiyosaki)

Keterangan :

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang senang akan kehilangan uang, namun juga tidak ada orang kaya yang tidak pernah kehilangan uang. Sebaliknya banyak orang miskin yang tidak pernah kehilangan serupiah pun karena sebenarnya mereka tidak pernah berinvestasi atau berbisnis sama sekali.

Ketakutan akan kehilangan uang adalah Riil. Setiap orang mempunyai rasa takut, bahkan orang kaya pun takut. Bedanya, karena ketakutan tadi, orang miskin berhenti bertindak. Orang kaya, karena ketakutan tadi mereka akan berhati-hati tetapi tetap bertindak.

Solusi mengatasi rasa takut kehilangan uang menurut Robert Kiyosaki adalah jika kamu membenci risiko dan karenanya merasa cemas….mulailah dari dini.

Jika anda mulai saat muda, mudahlah untuk menjadi sangat kaya. Dikatakan oleh Albert Einstein bahwa salah satu keajaiban dunia adalah bunga-berbunga. Pembelian Pulau Manhattan dikatakan menjadi salah satu transaksi terbesar sepanjang masa. New York dibeli seharga 24 dollar dengan perhiasan dan manik-manik. Namun, jika 24 dollar itu diinvestasikan, dengan bunga 8% per tahun, 24 dollar itu akan bernilai lebih dari 28 trilyun dollar pada tahun 1995.

Menurut saya pribadi, bagaimana kita bisa menjadi berani melangkah dengan kemungkinan berhasil yang lebih tinggi adalah :

1. Memahami beda risiko dengan berisiko.
2. Dengan mengajukan pertanyaan yang benar.

Bila kita mengajukan pertanyaan yang salah seperti ini :

– “Nanti jangan-jangan bangkrut?”
– “Kalau rugi bagaimana?”
– “Kalo gagal bagaimana?”

Pertanyaan ini tidak adil, kenapa? Karena semua mungkin bangkrut, mungkin gagal, mungkin rugi. Dengan pertanyaan seperti ini orang akan takut.

Pertanyaan yang benar :

– “Ruginya apa bila saya tidak bertindak sekarang?”
– “Untungnya apa bila saya bertindak sekarang?”

Karena otak kita hanya mencari nikmat atau menghindari sengsara. Maka dengan pertanyaan seperti itu otak kita jadi tahu kenikmatan apa jika kita berani bertindak dan kesengsaraan apa jika kita tidak bertindak.

Tapi kita tidak boleh naïf hanya berani saja dan asal bertindak sedemikian sehingga kemungkinan bangkrutnya besar. Untuk membantu memperbesar kemungkinan berhasilnya kita harus membuat pertanyaan sebagai berikut :

– “Siapa yang sudah berhasil dibidang yang kita inginkan?”
– “Bagaimana saya bisa bekerja/magang untuk belajar kepada yang bersangkutan?”
– “Kapan saya akan belajar?”
– “Apa yang harus saya pelajari atau saya ketahui atau harus bekerja sama kepada siapa untuk memperbesar kemungkinan berhasilnya?

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Leave a comment

Management Kehidupan

Mengatur kehidupan diperlukan demi tercapainya tujuan hidup karir, bisnis maupun keuangan Anda. Management hidup berperan penting untuk membuat kehidupan Anda benar-benar berarti.

Arti hidup penting, tapi management hidup itu no.1.

Arti HIDUP itu apa? Dan biasanya kebanyakan orang tidak pernah memikirkannya! YA atau YA?
Nah, jika Anda Memanagement Hidup Anda dengan arti yang berbeda maka perasaan Anda juga akan ikut berbeda. Kalau perasaan Anda berbeda, maka tindakan Anda pun akan berbeda. Jika tindakan Anda berbeda, hasilnya juga berbeda. Dan jika hasilnya berbeda, maka nasibnya berbeda. Kalau nasibnya berbeda, maka hidupnya pun berbeda.

Jadi, di sini setiap orang mempunyai definisi hidup yang berbeda- beda. Jika Anda beranggapan hidup itu penuh dengan perjuangan, maka kehidupan Anda selamanya hanya berjuang. Memangnya enak kalau berjuang terus dan Anda tidak menikmati hidup? Disini Anda hanya berjuang terus menerus. Mungkin tidak ada yang salah dalam hal ini, namun definisi Anda menggambarkan kehidupan Anda untuk sekarang dan untuk kedepannya.

Oleh karena itu, berhati- hatilah terhadap definisi hidup tersebut. Anda memberikan arti hidup yang Anda inginkan. Dan jika Anda salah dalam memberikan arti hidup maka Management Nomor satu sudah Gagal Total. Yang paling pertama dalam mengatur hidup, Anda harus bisa memberikan arti hidup itu yang seperti apa dan hidup itu adalah… (Anda bisa menjawabnya dengan jawaban Anda sendiri).

Jika Anda sudah memberikan arti salah dalam hidup Anda, maka emosi Anda akan salah. Kalau emosinya salah, maka tindakan akan salah. Kalau tindakan Anda salah, hasilnya salah. Kalau hasilnya salah, maka nasibnya Salah. Dan jika nasib Anda salah, maka hidup Anda akan salah.

Jadi disini, Andalah yang menentukan hidup Anda akan seperti apa dan bagaimana. Jika Anda salah dalam memberikan arti, maka untuk kedepannya kehidupan Anda akan salah. Di sini, Anda juga yang menentukan definisi dari kehidupan Anda itu sendiri. Ini adalah langkah nomor satu dalam management hidup.

Akhir kata, semoga artikel ini membawa pemahaman bermanfaat untuk Anda dalam mengatur segala segi kehidupan Anda menuju perubahan hidup yang Anda harapkan.

Categories: Pengembangan Diri | Leave a comment

Mengatasi Trauma

Bagaimana caranya kita menyembuhkan diri segala macam trauma ataupun masalah-masalah yang negatif. Ini sangat mengganggu kehidupan Anda karena Anda diliputi oleh perasaan gelisah dan takut karena trauma yang Anda alami. Trauma akan suatu hal dan trauma kejadian yang pernah menimpahnya dan bagaimana mengobati trauma yang atau masalah-masalah negatif, yaitu :

  1. Anda harus waspada
    Anda harus waspada agar kejadian yang dulu tidak terjadi lagi
  2. Anda harus mulai mengerti
    Harus mengerti bahawa itu masa lalu, dan berpikir bagaimana caranya agar tidak terulang lagi dikemudian hari.
  3. Anda harus disassociated yaitu merubah
    Merubah keyakinan Anda sehingga pikiran Anda akan terbuka.
  4. Deklarasi
    Dengan Anda bertekad bahwa ini dan melakukan deklarasi kerpada diri sendiri sehingga perlahan trauma tadi akan hilang, misalnya ” mulai hari ini saya tahu bahwa saya orang yang kuat …. (terserah Anda, kata-kata positif yang membuat Anda semangat)… “

Sekian tentang cara mengatasi rasa takut atau trauma.

Categories: Pengembangan Diri | Leave a comment

Rubah Tindakan Untuk Menuju kesuksesan

Mungkin sebagian besar diantara kita sudah mengikuti seminar tentang kehidupan, keuangan, dan apa pun. Mengapa hanya beberapa diantara mereka saja yang sukses? Dan bahkan mengapa orang yang setiap pulang seminar tidak pernah mempraktekkan apa yang telah mereka dapat di dalam seminar tersebut? Karena apa yang ada di dalam orang tersebut tidak pernah di rubah!

Sebenarnya, jika kita mau sukses mudah sekali. Karena ketika kita sudah mengikuti seminar, yang pembicaranya sudah berusia 40 tahun, berarti secara tidak langsung kita sudah belajar dari pengalaman dia selama 40 tahun tersebut. Ya atau ya?

Sehingga karena itulah, saya ingin memberikan formula sukses untuk Anda. Ada 3 formula untuk mencapai kesuksesan, yaitu :

  1. Rubah tindakan
    Tindakan itu berhubungan erat dengan yang namanya habit atau kebiasaan. Banyak cara merubah kebiasaan yang tidak baik menjadi lebih baik, dan menjadi kebiasaan yang tetap. Salah satunya dengan teknik switch pattern, yaitu teknik ini harus memiliki alasan yang kuat mengapa Anda mau mengganti kebiasaan yang lama dengan yang baru.
    Temukan kebiasaan yang mau Anda rubah, dan temukan pula pengganti dari kebiasaan buruk tadi (kebiasaan baru). Kebiasaan baru yang ingin Anda lakukan harus semudah dengan kebiasaan lama yang biasa Anda lakukan dalam hal pengaplikasiannya (permudah dalam prosesnya sehingga kebiasaan baru itu mudah dan otak Anda mau menerima kebiasaan baru tersebut)
  2. Berikan reward dan punishment
    Reward dan punishment penting dalam proses menuju kesuksesan Anda. Ketika Anda berhasil mencapai target dalam rencana gol jangka panjang Anda, berikan reward. Misalnya Anda mempunyai gol jangka panjang mempunyai passive income yang bisa membiayai semua biaya hidup Anda, ketika Anda sudah mempunyai passive income (walaupun belum bisa membiayai semua biaya hidup Anda) berikan reward kepada diri sendiri, entah belikan sepatu baru, laptop baru, dll (yang masih masuk akal).
    Dan sebaliknya ketika Anda gagal mencapai target tersebut, berikan punishment. Misalnya dengan kasus yang sama, dalam waktu 3 bulan setelah Anda membuat rencana gol. Anda belum mempunyai sedikit passive income pun, berikan hukuman, entah pergi kekantor harus naik sepeda, dll (yang masih masuk akal). Hukuman seperti ini pun bagus untuk kesehatan, karena naik sepeda kekantor sama saja dengan olahraga.
  3. Monitoring
    Lakukan monitoring dengan test dan ukur kepada diri sendiri, misalnya Anda belum mencapai target A, pertanyannya “Supaya bisa? Apa yang harus saya lakukan? Apa yang harus saya rubah dan test? Lalu ukurnya dengan apa?”. Dengan begitu otak Anda akan berpikir akhirnya timbul yang namanya “kristalisasi”. Dimana itu pemikiran dari pengalaman Anda, kemudian ditambah dengan pengetahuan.

Otak manusia hanya “mencari nikmat, menghindari sengsara” ya atau ya? Untuk itu kita pancing supaya otak kita berpikir “supaya nikmat, apa yang harus lakukan sekarang”, “supaya tidak sengsara, apa yang harus saya rubah”. Dengan demikian hidup Anda akan jauh lebih dahsyat kini dan sepanjang.

From : TDW Club

Categories: Pengembangan Diri | Tags: , , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.