Photography

Tulisan Tentang Foto

Membuat timelapse video dengan dslr Part 1

lapse time

Terinspirasi dari video jalan jalan men dan Epic Java yang selalu menayangkan time lapse video di setiap serinya membuat saya akhirnya belajar membuat time lapse video secara sederhana.

Membuat time lapse video ternyata tidak sesusah yang dibayangkan, tapi memang tetap membutuhkan keahlian lebih untuk dapat membuat time lapse video yang menarik.

Time lapse sendiri sebenarnya bukan merupakan video murni tetapi gabungan banyak foto dalam durasi waktu tertentu, yang kemudian di lakukan pemprosesan di komputer.

Untuk membuat time lapse dibutuhkan peralatan sbb :

1. Triport

Triport wajib digunakan untuk membuat time lapse karena kita tidak mungkin memegang kamera tanpa goyang dalam durasi diatas 30 menit.

2. Intervalometer / Remote triger (optional)

Hal ini digunakan untuk menghindari goncangan saat kita melepas tombol rana. Namun untuk kamera yang sudah suport time interval shooting remote triger ini tidak diperlukan.

3. Komputer & Software

Komputer dan software nya digunakan dalam post production untuk menggabungkan banyak file foto menjadi movie. Spesifikasi komputer akan berpengaruh terhadap kecepatan pengolahan dari foto ke video.

Untuk software bisa menggunakan Apple Quicktime Pro 7 (windows & mac), Panolapse360 (windows & mac), time lapse assembler (mac), dll. Untuk saya sendiri menggunakan Panolapse360 yang bisa di dapatkan gratis di http://www.panolapse360.com

Bersambung ke Part 2

Iklan
Categories: Photography | Tinggalkan komentar

Tuttorial Photography : Memahami Shutter Speed

Shutter speed merupakan nilai dari kecepatan rana jendela kamera untuk membuka atau menutup. Dengan mengganti konfigurasi shutter speed akan didapat efek yang berbeda.

  • 4000   (kecepatan 1/4000 perdetik)
  • 2000
  • 1000  (kecepatan 1/1000 perdetik)
  • 500
  • 250
  • 125
  • 60
  • 30
  • 15
  • 8
  • 4
  • 2   (kecepatan 1/2 perdetik)
  • 1″  (kecepatan 1 detik)
  • 2″
  • 4″
  • 8″
  • 15″
  • 30″ (kecepatan 30 perdetik)

Semakin cepat shutter speed maka akan memiliki efek membekukan gambar, sedangkan semakin lambat shutter speed maka akan memberikan efek blur.

ShutterSpeed pic

Selain itu semakin cepat shutter speed maka cahaya yang masuk ke sensor kamera akan lebih sedikit yang membuat gambar lebih gelap, sebaliknya semakin lambat shutter speed maka cahaya yang masuk semakin banyak (semakin terang).

camera-manual-mode-shutter-speed

Kita juga dapat memainkan shutter speed untuk efek efek lain seperti memotret gambar bergerak dengan shutter yang lambat sambil kamera kita mengikuti obyek fokus (panning).

panning38

Selain itu sebenarnya masih banyak hal-hal yang bisa di eksplore dengan memainkan shutter speed ini. So cobalah sendiri.

jangan lupa kunjungi gallery ku di http://www.photo.biz.id

Categories: Photography | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Tuttorial Photography : Aturan Dasar Komposisi

1. Hanya ada 1 titik fokus

artinya didalam sebuah foto harus ada satu titik pusat perhatian begitu kita melihat foto.

DSC_0924

2. Arah pandangan harus jelas 

Komposisi yang bagus harus bisa memandi pandangan mata kita ke bagian terpentingdari foto sehingga foto kita akan dapat bercerita secara fasih tentang ide atau pesan yang ingin kita sampaikan melalui foto. Ada banyak cara yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai tujuan tersebut, seperti memakai alur garis untuk mengarahkan pandangan, penempatan warna-warna mencolok sedemikian rupa hingga menarik perhatianatau memanfaatkan bentuk dan pola untuk semakin memperjelas konten dari foto kita.

mount_merapi_23

3. Aturan sepertiga bidang

aturan ini adalah dengan cara menempatkan obyek utama di dalam sepertiga bidang hasil foto kita. Biasanya hasil yang didapat bila kita mematuhi aturan ini akan mendapatkan foto yang kuat dan mengesankan.

ruleofthird

 

 

Aturan tentang komposisi ini tentunya bukan merupakan aturan baku, tetapi biasanya apabila mengikuti aturan ini akan mendapatkan gambar yang terkesan kuat.

Kunjungi : http://www.photo.biz.id

Categories: Photography | Tinggalkan komentar

Tuttorial Photography : Tentang Komposisi

Komposisi merupakan seni untuk menciptakan harmoni pembagian bidang dengan memanfaatkan berbagai elemen visual yang tersedia : alur garis, bentuk, cahaya dan bayangan, warna dan tekstur.

Walaupun ada banyak aturan dasar komposisi yang bisa diikuti, yang paling penting adalah mengikuti naluri keseimbangan visual kita masing masing.

Belajar komposisi adalah belajar melihat, menemukan harmoni dalam melihat melalui mata hati kita. Inilah yang membuat kita menjadi individu-individu yang unuk yang mampu menciptakan karya komposisi yang khas dan berbeda dari karya orang lain.

Elemen dalam komposisi :

1. Alur garis.

Alur garis merupakan sebuah alat visual yang bisa dipakai untuk mengarahkan pandangan kebagian utama dari komposisi kita. Bahkan alur garis itu sendiri bisa menjadi elemen yang paling menarik dalam komposisi kita.

 

sawah3

 

 

2. Ukuran Semakin Mengecil (efek 3D)

Ukuran benda yang semakin mengecil kearah yang jauh membantu menciptakan efek 3 dimensi yang kuat, sekaligus memberikan kedalaman dalam komposisi kita. Perbedaan ukuran, apalagi yang bisa memberikan isi skala pada foto pastilah akan membantu menciptakan drama pada komposisi kita.

jalan

 

 

3. Repetisi

Repetisi garis atau bentuk selalu dapat menciptakan efek visual yang menarik. Terkadang denan memasukan elemen yang dapat memecahkan kesan monoton dari pengulangan akan membuat komposisi kita lebih kuat.

sawah1

 

 

 

4. Cahaya dan Bayangan

Permainan cahaya dan bayangan merupakan salah satu elemen komposisi yang paling kuat yang sangat efektif baik untuk foto warna maupun hitam putih.

bayangan

 

 

5. Bingkai

Teknik memberikan bingkai merupakan satu elemen komposisi yang tidak pernah gagal menciptakan foto dengan efek 3 dimensi yang kental.

framing-image

 

 

6. Latar depan yang dominan

Foto pemandangan seperti pantai ataupun gunung akan lebih menarik apabila ada obyek fokus nya di dekat kita. Seperti gambar dibawah ini yang menggunakan kapal sebagai fokus dari obyek pantai pangandaran.

DSC_0927

 

 

nb : foto yang ditampilkan diambil dari beberapa sumber

Kunjungi gallery saya di : http://www.photo.biz.id

 

Categories: Photography | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Tuttorial Photography : Dasar Fotografi

kamera

Wah sekian lama ngga ngeblog karena kesibukan saya yang sebenernya ngga sibuk-sibuk amat tapi cukup menyita waktu. apakah itu? Ya kesibukan baru saya adalah belajar fotografi. Fotografi lumayan menarik bagi saya karena kita bisa mengabadikan apa yang ada di sekitar kita. Untuk konsentrasi fotografi sendiri terdiri dari beberapa macam diantaranya adalah fotografi sport, macro, still life, wedding, human interest, landscape, dan kategori lain yang lupa saya sebutkan hehe. Nah sekarang ini saya ingin membagikan tentang dasar-dasar fotografi yang wajib di mengerti bila ingin belajar fotografi.

1. Cahaya

Cahaya merupakan sesuatu yang penting dalam foto, karena kita tidak bisa mengambil gambar tanpa ada cahaya. Kondisi cahaya di tempat sekitar pemotretan akan mempengaruhi hasil sehingga dalam mengambil gambar terkadang kita harus menggunakan cahaya buatan melalui flash. Untuk macam macam cahaya itu sendiri terbagi menjadi

  • Hard Light – Merupakan cahaya yang sangat keras. Sumber cahaya ini adalah sinar matahari langsung, flash tanpa defuser, lampu yang tanpa defuser.
  • Soft Light – Merupakan cahaya yang sudah melewati medium sehingga cahaya ini tidak begitu keras. Sumber cahaya ini biasanya dari sinar matahari yang terhalang awan, flash dengan defuser, cahaya yang masuk melalui kaca, dll.

2. ISO

Merupakan sensor pada kamera yang berguna untuk menangkap cahaya, semakin besar setingan ISO semakin besar juga cahaya yang di tangkap sensor. Namun semakin besar nilai ISO ini maka biasanya akan menimbulkan noise (bintik titik titik halus) pada gambar. Oleh sebab itu setingan ISO ini harus di sesuaikan dengan kondisi ruangan.

3. Aperture

Merupakan lubang pada lensa yang berguna untuk cahaya masuk ke kamera. Semakin besar nilai dari aperture maka fokus akan semakin tajam namun cahaya yang masuk ke sensor akan semakin sedikit (lebih gelap). Sebaliknya semakin kecil dari nilai aperture maka fokus akan semakin kurang namun cahaya yang masuk ke sensor akan semakin banyak (lebih terang).

4. Shutter Speed

Merupakan nilai dari kecepatan rana (shutter) untuk membuka dan menutup agar cahaya masuk. Semakin cepat shutter speed ini akan dapat membekukan  gambar namun cahaya yang masuk akan berkurang. Sebaliknya semakin lambat shutter speed maka gambar akan lebih dinamis dan cahaya yang masuk akan lebih banyak.

5. Komposisi

Merupakan sesuatu yang ada di dalam foto kamu. Bagaimana pengambilan sudut, kolaborasi warna, prespektif, dan obyek yang diambil.

6. Optic

Merupakan  lensa yang digunakan untuk mengambil gambar. Jenis lensa yang dipakai akan mempengaruhi hasil dari gambar. Macam lensa yang ada adalah lensa normal, lensa telefoto, lensa sudut lebar, lensa fix, dan lensa macro.

 

Untuk pembahasan detail tentang hal diatas akan saya bahas di postingan selanjutnya. Jangan lupa kunjungi web gallery saya di http://www.photo.biz.id

Categories: Photography | Tag: , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.