Posts Tagged With: bisnis

Perencanaan

Beberapa hari lalu saya tergabung dalam pelayanan untuk perayaan Natal di gereja saya. Dalam menyiapkan acara Natal tersebut saya mengamati banyak hal. Dimulai dari pembagian kelompok tugas, persiapan dekorasi, persiapan lighting, multimedia serta penyusunan rundown acara. Hal yang menarik, ketika saya mengamati sebuah rundown ternyata setiap detik waktu terjadwal dengan rapi, bahkan apabila ada kegiatan yang hampir overtime maka sang EO akan segera memperingatkan agar tidak terjadi overtime.

Sejenak saya berpikir, untuk perayaan Natal saja kita merencanakan dengan detail. Namun seberapa banyak kah dari kita yang merencanakan dengan detail kehidupan kita. Banyak orang hidup dengan mengalir dan tidak terencana, maka seperti perayaan Natal yang akan kacau jika tidak ada persiapan dan perencanaan, demikian juga hidup kita akan kacau jika tanpa perencanaan. Oleh sebab itu mari kita rencanakan kehidupan kita sekarang, maka terobosan diwaktu yang akan datang akan terjadi.

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Love, Pengembangan Diri | Tags: , , , , | 2 Comments

Kapasitas Hati

Musim hujan adalah musim yang sangat dinantikan oleh penduduk yang daerahnya sulit air. Banyak dari mereka ketika hujan tiba membawa ember untuk menampung air sehingga bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Terinspirasi dari fenomena tersebut coba kita bayangkan, seandainya air hujan adalah kebahagiaan yang terdiri dari kemakmuran + kesehatan + cinta maka untuk dapat kebahagiaan yang banyak kita harus memperbanyak / memperbesar ember kita untuk dapat menampungnya. Ember disini berbicara tentang kapasitas hati.

Apa itu kapasitas Hati ?

Seperti layaknya air hujan yang terdapat bermacam-macam butiran air yang kemudian apabila ditampung didalam ember akan membentuk suatu kesatuan, demikian juga kapasitas hati merupakan kesatuan dari beraneka ragam attitude. Contoh nya adalah attitude kerajinan, tingkat pengendalian emosi, tingkat disiplin diri, dan macam-macam attitude lainya. Semakin besar kapasitas hati ini, maka semakin besar juga tingkat kebahagiaan anda. Oleh sebab itu mari latih diri kita untuk terus meningkatkan kapasitas hati kita.

Categories: Love, Pengembangan Diri | Tags: , , , , | Leave a comment

Hujan Yang Wajar

Ketika jaman kuliah dulu saya pernah mendapat fenomena yang bisa untuk pelajaran. Saat itu musim hujan dan kuliah yang saya ambil saat itu adalah sesi 1 (jam 7 pagi). Ketika sampai di kampus ternyata di sana cuma ada 2 orang yang telah hadir disana, padahal waktu sudah menunjukan pukul 6.50 wib. Sambil menyapa saya berkata kepada teman saya “wow, keren nih udah dateng duluan”, teman saya menjawab “lho sekarang kan musim ujan, otomatis ngga bisa ngebut seperti biasanya, ditambah pasti lebih macet, jadi mendingan saya berangkat lebih pagi”, jawab teman saya. Beberapa waktu berselang dosen kami datang karena pada saat itu jam sudah menunjukan pukul 7. Ternyata di kelas cuma ada kami bertiga padahal mahasiswa yang terdaftar di absen adalah 68 orang. Karena dosen kami merupakan kategori dosen killer, maka dia langsung memulai kuliah dan memberikan quiz (semacam ujian kecil) yang nilainya akan digunakan untuk bonus, dan yang tidak hadir maka tidak akan mendapatkan bonus nilai.

Sepuluh menit berselang ternyata ada beberapa anak datang dan mereka berkomentar bahwa hujan deras & jalan macet maka WAJAR terlambat. Salah satu dari mereka ada yang berkata “wah kita telatnya kompak ya, hujan sih, WAJAR telat”. Kemudian mereka segera mengambil kertas dan kemudian ikut mengerjakan Quiz, tapi karena waktunya cuma 15 menit maka banyak dari mereka tidak bisa mengerjakan semua soal. Diakhir kuliah, ternyata mahasiswa yang masuk pada hari itu tidak sampai 50% dari total mahasiswa yang terdaftar.

Dari pengalaman ini dapat kita petik sebuah kesimpulan bahwa terkadang, banyak dari kita sering membuat pernyataan hal itu adalah WAJAR. Banyak dari kita berkata WAJAR tidak sukses karena banyak koruptor di indonesia, jadi perputaran uang tidak sehat. Ada juga yang berkata WAJAR nilainya jelek karena soalnya susah. Bahkan ada banyak kata WAJAR yang lain yang sering kita utarakan untuk membenarkan tindakan kita yang kurang baik. Oleh sebab itu tidak salah jika ada pernyataan WAJAR jika hidup mu masih biasa-biasa saja.

Karena Hujan ada beberapa orang mempersiapkan diri untuk tidak terlambat, sementara beberapa yang lain mengangap bahwa semua orang datang terlambat seperti dirinya.

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. (Proverbs 6:6 – 8)

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Love, Pengembangan Diri | Tags: , , , , | Leave a comment

The Conqueror

Kita semua suka bicara, tetapi kadang-kadang kita melupakan bagian yang tak kalah penting dalam sebuah percakapan. Kita sering lupa mendengarkan. Kita lebih sibuk memikirkan kalimat-kalimat berikutnya ketika orang lain sedang berbicara.

Dalam percakapan atau perundingan bisnis, jernihkan pikiran Anda dari semua preferensi dan prasangka pribadi. Berusahalah melihat percakapan dengan pandangan yang terang. Dengarkan kerangka referensi orang lain. Apa yang dialaminya hari ini? Bagaimana keadaan emosinya secara umum? Dengarkan dengan telinga dan mata Anda.

Mendengarkan dengan baik adalah keahlian yang memerlukan latihan, empati dan perhatian penuh kepada orang lain. Namun, imbalannya besar sekali. Pendengar yang baik biasanya mempelajari banyak hal dan punya banyak teman.

Seorang kawan dijuluki playboy. Saya menanyakan apa resep rahasianya sehingga bisa menaklukkan hati banyak waninat. “Sederhana saja, kawan,” katanya. “Saat bercakap-cakap dengan mereka, buanglah jauh jauh kata ‘aku’ dan gantilah dengan kata ‘kamu’.”

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Love, Pengembangan Diri | Tags: , , , , | Leave a comment

1 Degree

Setelah beberapa waktu tidak main game online kemarin saya bernostalgia dengan game online yang dulu pernah saya mainkan. Game online tersebut adalah Pangya, sebuah permainan golf lucu yang untuk memainkannya di butuhkan banyak perhitungan. Seperti layaknya permainnan golf di kenyataan bahwa untuk mencapai sasaran yang tepat diperlukan tenaga, perhitungan maupun strategy yang pas. Satu hal yang merhema di pikiran saya adalah tentang Derajat. Seperti pada permainan Pangya tersebut, ternyata beda 1 derajat saya bisa menghasilkan hasil yang cukup berbeda. Terkadang beda 1 derajat saya bisa membuat kita masuk ke pasir (bunker), masuk ke air (OB), atau masuk ke hole (sasaran).

Seperti di kehidupan sehari-hari ternyata beda orang sukses dengan orang yang gagal hanya terdapat 1 derajat perbedaan. Sebagai contoh orang yang rajin belajar pasti lebih sukses dari pada orang yang jarang belajar, atau orang yang punya perencanaan baik dalam hal keuangan pasti lebih sukses dari pada orang yang tidak punya perencanaan keuangan. Kalau kita amat-amati ternyata perbedaan nya cuma 1 derajat saja, namun apabila hal tersebut di lakukan dalam waktu tertentu maka akan terlihat perbedaan yang besar (kalau di golf jarak makin jauh maka perbedaan bola jatuh makin besar). Oleh sebab itu mari kita ukur dan hitung lagi derajat kita agar sasaran yang kita impikan dapat tercapai, ingat beda 1 derajat saja bisa membuat kita sangat jauh dari sasaran.  Salam Pangya

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , | Leave a comment

7 Keajaiban Dunia

Sekelompok murid kelas geografi belajar mengenai “Tujuh Keajaiban Dunia”. Pada akhir pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang menurut mereka termasuk deretan keajaiban itu pada saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi : Piramida Besar di Mesir, Taj Mahal, Grand Canyon, Kanal Panama, Empire State Building, Basilika ST. Peter dan Tembok China.

Ketika saatnya pekerjaan itu dikumpulkan, ada seorang gadis pendiam yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Sang guru pun menanyakan apakah ia mengalami kesulitan dalam menjawab. Gadis itu menjawab, “Ya sedikit. saya tidak bisa memilih karena sangat banyak.” Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantumu memilihnya.” Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “menurut saya, tujuh keajaiban dunia adalah bisa bersyukur, bisa merasakan, bisa tertawa, bisa mendengar ….” Sejenak ia terdiam, kemudian melanjutkan, ” … bisa berbagi, bisa mencintai dan bisa dicintai.”

Ruang kelas sunyi ketika mendengar ungkapan di luar kebiasaan itu. alangkah mudahnya kita melihat eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban”, sementara kita menyebut semua yang telah di lakukan Tuhan untuk kita sebagai “biasa”.

Semoga kita hari ini diingakan pada segala hal yang betul-betul ajain dalam hidup kita. Bersyukurlah atas apa yang telah kita dapatkan sampai hari ini, karena semua itu sesungguhnya merupakan keajaiban.

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , | Leave a comment

Menjadi Nomor 1

Dalam buku Cara Sukses Menjual Diri Anda, Joe Girard, seorang salesman mobil yang namanya tercatat dalam Guinness Book of World Records menuliskan bahwa ada tiga macam orang di dunia ini.

Si nomor satu, ia adalah orang yang telah sukses memasarkan dirinya, orang yang berprestasi, selalu bersemangat, dan tidak pernah mengeluh. Orang tipe ini adalah bukti bahwa apa yang Anda peroleh dari luar hidup adalah apa yang Anda taruhkan ke dalam. Mereka pemenang dan memiliki kemampuan untuk mengisi baterai dengan semangat mereka.

Si nomor dua, orang macam ini ada di setiap kantor, departemen, toko, kelas, bahkan ruang kecil. Mereka adalah orang-orang yang selalu mencari pundak untuk menangis di atasnya atau untuk mengatakan masalah-masalah mereka. Mereka adalah orang-orang yang kalah, orang-orang yang tidak mendapatkan diri dan lari menghindari resiko.

Si nomor tiga, ia adalah orang-orang yang mencukupi kekurangan hidup dan menyerah. Sikap mereka lebih sering diungkapkan dengan kata-kata, “apa gunanya?” Mereka adalah orang-orang yang selalu berucap, “Biar orang lain yang melakukannya.” Mereka adalah orang-orang kalah yang lebih patut dikasihani daripada orang-orang nomor dua. Hal ini disebabkan mereka tidak pernah berusaha.

Sejujurnya, termasuk yang nomor berapakah Anda? Dengan mengetahui dimana Anda berada, Anda akan mengetahui ke mana Anda menuju.

Berubahlah selama masih ada kesempatan untuk berubah. Jadilah nomor satu karena Anda telah dilahirkan sebagai orang nomor satu.

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Out From Dark Side

The man who walks in the dark does not know where he is going.

Apa yang ada di benak anda ketika membaca kata kata diatas? (bi :Seseorang yang berjalan di dalam tempat yang gelap tidak akan tau kemana dia melangkah). Banyak dari kita mungkin menjawab betul, betul betuuul… ya karena semua kita tau bahwa memang bila di sebuah tempat yang gelap maka kita akan bingung melangkah (kecuali si buta dari goa hantu hehehe). Ternyata tanpa disadari banyak dari kita berada di daerah yang gelap dalam suatu bisnis. Maksud gelap disini adalah kita tidak mengetahui bisnis ini akan kemana, beberapa waktu mendatang (ex : 5th lagi) bisnis ini seperti apa, dll. Pantas saja beberapa tahun mendatang bisnis anda tidak berkembang, kan anda berada di sisi/ tempat gelap dalam bisnis tersebut. Nah untuk itu berikut adalah tips agar kita dapat mencari ruang yang terang di dalam bisnis kita :

  1. Anda harus menentukan tujuan yang ingin Anda capai. Bila anda kesulitan untuk mencari tujuan maka gunakanlah peta (bacaan yang bermanfaat, seperti blog ini tentunya ^^).
  2. Ambil langkah mulai dari sekarang. Jangan cuma jadi penonton dan penganalisa saja, talk less do more.
Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , | Leave a comment

Entrepreneur Bunglon

Sebagian dari kita tentunya tau apa itu bunglon, namun jarang dari kia pernah melihat bunglon karena sifatnya yang bisa berubah ubah warna sesuai dengan tempat dimana dia berada. Sifatnya yang bisa berubah ubah membuat lingkungan sekitar sulit untuk mengenali nya.

Kehidupan seorang entrepreneur sebenarnya mirip dengan bunglon ini, karena terkadang seorang entrepreneur tidak diketahui penghasilan tetap nya dari mana kalau cuma diamati secara sepintas, seperti bunglon yang tidak kelihatan bila tidak diamati lebih dalam. Karena kemampuan nya yang tidak di ketahui oleh para pesaingnya maka entrepreneur juga susah untuk di makan oleh pesaingnya. Namun untuk jadi entrepreneur bunglon ini tidak lah mudah karena :

  1. Harus bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkunganya yang berarti perubahan dari dalam dirinya harus selalu dia tingkatkan, bahkan perubahan pun harus sesegera mungkin agar tidak di ketahui oleh pesaingnya.
  2. Harus bisa memfokuskan diri pada satu bidang dahulu, karena banyaknya yang bisa dia garap terkadang malah tidak fokus dan menghancurkan nya.
  3. Mencari peluang dan bukan uang. Bahkan ada beberapa entrepreneur yang hanya memiliki sedikit tabungan di bank, karena dia selalu memutarkan uangnya untuk peluang yang ada.
  4. Sabar dalam memperoleh penghasilan. Seperti bunglon yang harus berjalan pelan-pelan untuk mencari makanan.
Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , , , | Leave a comment

Siklus Hujan Rejeki

Kalau di pelajaran di sekolah gimana kira kira siklus hujan? Saya percaya sebagian dari kita pasti bisa menjawabnya (Air menjadi uap -> Uap menjadi awan -> Awan menjadi hujan). Nah sekarang gimana caranya biar terjadi hujan rejeki? Cek this out …

  1. Air menjadi uap. Untuk menjadi uap tentu harus ada panas, semakin panas sinar matahari semakin cepat pula air menjadi uap. Panas ini menggambarkan suatu kerja keras di dalam kehidupan kita. Namun pada proses ini hujan masih belum terjadi.
  2. Uap menjadi awan. Ditahapan ini yang harus anda lakukan adalah mengkombinasikan antara kerja keras dengan kerja cerdas. Anda di wajibkan untuk membangun kepercayaan kepada client serta membuat mereka puas.
  3. Awan menjadi hujan. Pelanggan yang puas otomatis akan merekomedasikan anda kepada teman-temannya, sehingga hujan order pun terjadi pada siklus yang ini. Ada tidak perlu bekerja terlalu keras order akan datang dengan sendirinya.

 

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , , , , | 4 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.