Posts Tagged With: kebahagiaan

4 Prinsip Simple Keberuntungan

4-leaf clover on white background

Keberuntungan adalah sesuatu yang bisa diusahakan dan bukan sesuatu yang bersifat mistic yang tidak bisa di kendalikan oleh manusia. Cara pandang dalam segala sesuatu juga dapat mempengaruhinya. Sebagai contoh simak kisah berikut :

Si Budi adalah orang yang baik, dia memiliki sebuah kebun yang ia tanami dengan buah jeruk. Karena sikapnya yang dermawan dia sering memberikan beberapa kantung plastik buah jeruk tersebut kepada tetangganya. Suatu hari dia mendapatkan kiriman kotoran sapi sebanyak 1 ember dari salah satu tetangganya. Pada saat dia menerima kotoran sapi tersebut bisa saja dia berpikiran negatif dan marah kepada tetangganya, tetapi di lain sudut pandang apa bila dia menangkapnya dengan sikap yang positif maka bagi dia merupakan sebuah keberuntungan karena kotoran sapi tersebut sangat bagus bila digunakan sebagai pupuk untuk tanaman jeruknya.

Dari cerita singkat diatas dapat disimpulkan bahwa keberuntungan sebenarnya bisa kita ciptakan apabila kita memounyai sudut pandsng yang benar. Untuk mendapatkan keberuntungan diperlukan 4 prinsip simple sebagai berikut :

1. Memaksimalkan setiap kesempatan yang ada.
Setiap manusia pasti mempunyai kesempatan, hanya saja terkadang kesempatan tersebut terkadang tidak nampak seperti sebuah kesempatan. Contohnya beberapa saat lalu saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu pembicara di suatu tempat, bagi saya berbicara di depan umum merupakan sesuatu yang menegangkan. Pada saat itu saya memiliki pilihan untuk mengambil kesempatan itu atau menghindarinya. Bila saya menghindarinya pasti selamanya saya tidak akan pernah berani untuk berbicara di depan umum, namun karena saya menerima kesempatan itu sekarang saya sudah tidak terlalu grogi untuk berbicara di depan umum.

2. Mendengarkan suara hati

Apabila kita akan melakukan hal yang tidak bagus, pasti suara kita akan berteriak agar kita tidak melakukan hal tersebut. Ikutilah suara hati mu karena suara hati di ciptakan untuk menuntun kita kepada keberhasilan.

3. Optimis

Apa yang kita lakukan harus optimis bahwa hal tersebut baik dan menghasilkan buah yang positif. Apabila kita optimis maka secara otomatis pikiran kita akan mencari jalan keluar terhadap setiap kejadian yang ada.

4. Be 100 %

Apa yang kita lakukan dan kita pilih harus kita lakukan dengan segenap hati. Banyak orang yang tidak melakukan sesuatu dengan segenap hati yang malah menjadi hancur. Masih ingat dijaman SMU waktu sang playboy memiliki lebih dari 1 pacar? saya yakin pasti tidak ada satupun dari pacarnya yang nantinya menjadi pasangan hidupnya. Oleh sebab itu prinsipnya sama dengan yang lain seperti pekerjaan, rumah tangga, keyakinan, dan lain sebagainya harus kita lakukan dengan segenap hati (100%).

 

Advertisements
Categories: Pengembangan Diri | Tags: , , , , | Leave a comment

Sukses = Tujuan Hidup (By Billy Boen)

billyboen

Saya cukup yakin banyak Agan yang mungkin ngga setuju dengan judul tulisan ini.
Banyak orang yang bilang bahwa hidup itu pilihan. Apakah salah untuk mereka yang memilih untuk hidup ‘biasa-biasa’ aja? Jawabannya: “Ngga salah”.

Setiap pagi kita bangun, kita langsung dihadapkan oleh banyak pilihan. Kita bisa memilih untuk langsung bangun dari tempat tidur, ke kamar mandi, gosok gigi, mandi, dan seterusnya, atau kita bisa memilih untuk bersantai-santai dulu di tempat tidur, mungkin sambil twiteran atau facebookan. Jadi dari detik kita melek aja, otak kita sudah berputar dan diharuskan untuk memilih mau ngapain.

Saya setuju kalau di dalam hidup ini, penuh dengan pilihan. Apa yang akan kita lakukan detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, minggu ini, bulan ini, tahun ini, dan seterusnya. Tapi, saya ngga setuju kalau adalah sebuah pilihan hidup apakah kita mau sukses atau ngga sukses. Meskipun ini adalah sebuah ‘pilihan’, tapi sesungguhnya, menurut saya ini bukan pilihan. Bodoh amat kalau ada orang yang mau ‘milih’ untuk ngga sukses di dalam hidupnya? Ingat, sukses menurut masing-masing orang berbeda-beda dan ngga ada yang salah. Sukses BUKAN semata selalu hanya soal materi.

Ilustrasinya begini.. kalau salah satu arti sukses dalam hidup ini menurut Agan adalah untuk bisa membantu anak-anak yatim piatu,.. masa Agan milih untuk ngga sukses alias gagal dalam membantu anak-anak yatim piatu? Setiap orang punya arti suksesnya, dan sudah seharusnya setiap manusia berjuang untuk memastikan dia dapat meraih apapun arti suksesnya.

Jadi,.. jadikanlah sukses menjadi tujuan hidup Agan. Bagi saya, kalau bisa sukses di dalam hidup ini, kenapa mesti milih ‘biasa-biasa’ aja?

See you ON TOP!

diambil dari : http://www.kaskus.co.id/thread/51d6c2163c118e5d74000002/sukses–tujuan-hidup/

Categories: Pengembangan Diri | Tags: , , , , | Leave a comment

Rahasia Sukses : Skill

skills

Keahlian (skill) lebih mudah untuk didapat. Supaya bisa berhasil dalam pekerjaan, profesi atau bisnis, Anda harus kompeten pada beberapa keahlian yang diperlukan. Seorang manajer harus memiliki beberapa keahlian untuk dapat menjadi manajer yang efektif. Seorang atlit sepak bola memerlukan beberapa keahlian untuk dapat bermain dengan baik. Seorang penghibur memerlukan beberapa keahlian untuk bisa memikat perhatian penonton. Seorang penjual memerlukan beberapa keahlian untuk dapat menjual dengan sukses… tidak hanya satu atau dua keahlian, tetapi beberapa keahlian.
Pertanyaan:

  • Apakah Anda mengetahui keahlian apa saja yang diperlukan untuk bisa sukses sebagai seorang penjual?
  • Apakah Anda mengetahui keahlian apa saja yang diperlukan untuk bisa sukses sebagai seorang penjual pada industri yang tengah Anda geluti (misalnya asuransi jiwa, kesehatan, atau otomotif)
  • Apakah Anda mengetahui keahlian apa saja yang diperlukan untuk bisa sukses sebagai manajer penjualan atau supervisor?
  • Apakah Anda mengetahui keahlian apa saja yang diperlukan untuk bisa sukses sebagai manajer penjualan atau supervisor pada industri yang sedang Anda geluti?

Anda harus tahu jawabannya. Ini adalah profesi Anda! Ini adalah kesuksesan (atau kegagalan) Anda! Sebaiknya Anda mencari tahu dengan cepat bila Anda memang belum tahu jawabannya!

Berikut adalah fakta menarik lainnya:
Keahlian terbaik Anda telah membawa Anda pada posisi Anda hari ini;
Keahlian terburuk Anda menyebabkan Anda diam di tempat dan membatasi Anda dari kesuksesan.
Jadi bila ingin tetap berkembang, menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi; Anda harus mencari tahu apa saja kelemahan Anda, lalu berusaha untuk memperbaikinya. Setelah itu, Anda akan bisa berkembang. Tetapi bila Anda hanya mengandalkan keahlian-keahlian Anda yang sekarang untuk bergerak, maka Anda memang akan bergerak, tetapi tidak bergerak maju dan berkembang!

Categories: Pengembangan Diri | Tags: , , , | Leave a comment

Menjadi Saluran Berkat

laut mati

Sebagian dari kita tentunya tau yang namanya laut mati. Di laut mati orang bisa terapung dan airnya sangat asin. Laut Mati berada di antara wilayah Yordania dan negara Palestina.

Laut mati ini disebut mati karena airnya tidak mengalir kemana-mana lagi. Oleh sebab itu air nya memiliki kadar garam yang tinggi dan tidak ada mahluk hidup yang dapat hidup di laut mati ini.

 

Dari sini kita bisa belajar satu hal. Seringkali ada orang memiliki berkat yang melimpah namun dia tidak mau membagikannya kepada orang lain. Orang ini akan mengambil untung yang sebesar-besarnya tapi dia memberikan gaji ke karyawan seminim minimnya. Semboyannya dengan modal sekecil-kecilnya mendapat untung yang sebesar besarnya.

Namun apakah hal yang dilakukan itu bagus? Tentu saja tidak. Karyawan yang bekerja di perusahaan dia akan merasa tertekan sehingga mereka akan mengerjakan kerjaan mereka dengan tidak bersemangat yang menyebabkan produk yang dihasilkan kurang bagus. Sebagian dari karyawan akan melakukan korupsi untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sebagian dari karyawan unggulan / berbakat akan segera pindah ke perusahaan kompetitor yang menyebabkan perusahaan kehilangan orang yang berkwalitas. Bila hal ini terus terjadi maka lama kelamaan yang terjadi adalah seperti laut mati.

Sebaliknya bila kita bisa menjadi saluran berkat maka perusahaan kita akan semakin berkembang, karyawan akan semakin loyal, produk yang dihasilkan akan semakin bagus kwalitasnya. Akibatnya cabang-cabang baru akan berdiri dan makin lama makin tambah besar.

Oleh sebab itu mari kita menjadi saluran berkat agar kita tidak menjadi seperti laut mati.

Categories: Pengembangan Diri | Tags: , , | Leave a comment

Tips Keluar Dari Jeratan Hutang Kartu Kredit

Fan of Visa Credit Cards

Dijaman yang modern ini penggunaan kartu kredit sudah sangat banyak, karena selain simple kita juga dapat membayar apa yang kita inginkan tanpa perlu langsung mengeluarkan uang (hutang). Namun tidak sedikit dari orang yang akhirnya terjebak dengan hutang kartu kredit ini. Nah berikut tips agar tidak terjerat hutang kartu kredit :

1. Hindari penggunaan kartu kredit untuk pembelian barang yang sifatnya kurang penting atau di penting pentingkan. Misal pembelian tablet terbaru dengan alasan agar kinerja kita semakin produktif.

2. Ketahui berapa besar utang anda. Sebagian dari kita terkadang tidak mengerti jumlah hutang kita sebenarnya di kartu kredit, sehingga ketika tagihan kita muncul maka respon kita stres dan tidak sedikit yang akhirnya hanya membayar bunga minimum nya. Apabila hal ini yang terjadi maka sebenarnya kita telah terjerat hutang kartu kredit.

3. Pilih hutang dari kartu kredit yang hendak anda lunasi. Anda bisa memulai melunasi yang bunganya paling besar atau melunasi kartu kredit dengan balance terkecil. Dari 2 cara ini sama sama baik asalkan anda berkomitmen untuk segera melunasinya.

4. Bayar hutang semaksimal mungkin sesuai dengan pilihan anda, kemudian untuk hutang yang lain bayarlah minimum payment nya saja.

5. Lakukan terus berulang ulang hingga hutang lunas terbayar. Kemudian lakukan juga untuk hutang yang lainnya.

Ingat kita harus terbebas dari hutang karena orang yang berhutang merupakan hamba dari orang yang menghutangi.

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Merencanakan Keuangan

Semua orang ingin hidup bahagia, sejahtera, dan sentosa. Tapi, mungkinkah keinginan itu bakal terwujud? Takdir memang ada di tangan Tuhan. Tapi, bukan mustahil kebahagiaan dan kesejahteraan itu bisa kita ciptakan sendiri, tentu dengan usaha dan kerja keras.

Keinginan hidup lebih baik di masa mendatang adalah modal berharga. Pertanyaannya, bagaimana bisa mencapainya? Kunci dari semua itu adalah menata dan merencanakan keuangan kita secara matang. Hanya saja, dasar keinginan untuk mewujudkan kebahagiaan saja kurang kuat memotivasi kita untuk berdisiplin mengelola keuangan. Harus ada tujuan spesifik agar kita lebih fokus pada tujuan dan sasaran ke di masa mendatang.

Bagaimana memastikan bahwa beberapa keinginan dalam hidup itu adalah tujuan utama kita? Kita harus menyadari bahwa sebuah mission impossible mewujudkan semua keinginan. Kita harus lebih bijak menentukan secara spesifik, apa saja tujuan utama itu. Caranya, kita harus mendata lebih dulu semua tujuan itu berdasarkan siklus dan tahap kehidupan.

Misalnya, jika Anda sekarang masih lajang, mungkin membeli kendaraan, memiliki rumah, menikah termasuk tujuan hidup Anda. Setelah Anda menikah dan punya anak, membiayai pendidikan anak hingga jenjang paling tinggi, menyiapkan pensiun, menyiapkan dana untuk pernikahan anak, menjadi tujuan berikutnya.

Di antara sekian banyak tujuan itu, kita harus menyortir dengan tetap berpijak di bumi. Artinya, dengan melihat kemampuan diri Anda dan keluarga, kondisi keuangan, dan unsur kebutuhan mendesak. Anda harus berani menentukan mana yang menjadi prioritas utama.

Seringkali, dalam penentuan tujuan prioritas, muncul godaan-godaan di tengah jalan. Contoh, ketakutan atau kekhawatiran Anda atau pasangan Anda sakit berat atau meninggal dunia. Pelbagai risiko ini memang harus dipertimbangkan, tapi jangan mengganggu penentuan tujuan hidup.

Faktor emosional itu justru akan mengganggu tujuan sesungguhnya perencanaan keuangan keluarga Anda. Kekhawatiran dan ketakutan akan masa depan tidak bisa menjadi dasar tujuan perencanaan keluarga. Motivasi yang lebih mendasar adalah meraih dan mewujudkan kebahagiaan bagi Anda dan keluarga Anda.

Perencanaan keuangan bukan sekadar berkaitan dengan nilai uang. Kalau kita hanya menyederhanakan dalam hitungan angka, tujuan perencanaan keuangan tidak maksimal. Sebab, tak mungkin kita bilang, jatah uang memasukkan anak ke universitas Rp 75 juta dan biaya liburan hanya Rp 10 juta akan selalu jadi kenyataan.

Meski akhirnya kita harus berhitung dengan angka, tujuan perencanaan keuangan lebih besar dari itu, yakni memberikan yang terbaik bagi keluarga. Konkretnya, ini adalah cara mewujudkan kesenangan dan kebahagiaan bagi keluarga. Sukses tak cukup dihitung dari pencapaian angka. Lebih dari itu, ukuran tertinggi adalah kepuasan batin.

Skala waktu

Maka, saat menetapkan prioritas tujuan perencanaan keuangan keluarga, tidak ada salahnya kita mulai memilah tujuan dengan skala waktu: jangka panjang dan jangka pendek. Tujuan jangka pendek biasanya dalam kurun waktu 12 bulan. Sedangkan tujuan jangkap panjang bisa lebih dari satu tahun sampai puluhan tahun.

Perencanaan jangka panjang dan pendek adalah sebagai pemilah kebutuhan mendesak dan penting. Kita acap sulit membedakan keduanya. Mungkin, kebutuhan dan tujuan kita adalah penting, tapi tidak mendesak saat ini. Misalnya, kita saat ini memiliki anak masih bayi dan berniat merencanakan pembiayaan pendidikan si buah hati. Biaya pendidikan anak jelas penting, tapi belum mendesak dilakukan dalam waktu dekat.

Ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan tujuan perencanaan keuangan keluarga. Yakni, SMART: specific, measurable, achievable, realistic, dan time-frame.

Pertama, spesifik. Artinya, kita harus dapat membayangkan tujuan kita secara detail. Misalkan, untuk dana pendidikan anak, kita harus dapat memperkirakan calon universitas anak kita nanti. Kita juga harus dapat membayangkan kehidupan yang kita inginkan pada saat mengisi masa pensiun nanti.

Keduameasurable (dapat diukur). Alat ukurnya adalah besaran uang. Misalkan, kita ingin menyusun rencana liburan akhir tahun. Kita harus memperkirakan kebutuhan anggaran berlibur bersama.

Ketiga, achievable atau dapat kita capai. Agar tidak menjadi pungguk merindukan bulan, sebaiknya tujuan keuangan disesuaikan dengan kemampuan keuangan kita.
Keempat, realistis atau masuk akal, bukan khayalan yang tidak dapat diwujudkan.

Kelimatime-frame. Artinya, kita harus memiliki jangka waktu yang jelas untuk mencapainya. Misalkan untuk pendidikan anak, kita harus tahu jelas kapan anak akan kuliah. Kita juga harus mengetahui pada umur berapa kita akan pensiun dari pekerjaan kita

diambil dari salah satu artikel di internet.

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , , , , , | 1 Comment

Blog at WordPress.com.