Posts Tagged With: kepemimpinan

Sukses = Tujuan Hidup (By Billy Boen)

billyboen

Saya cukup yakin banyak Agan yang mungkin ngga setuju dengan judul tulisan ini.
Banyak orang yang bilang bahwa hidup itu pilihan. Apakah salah untuk mereka yang memilih untuk hidup ‘biasa-biasa’ aja? Jawabannya: “Ngga salah”.

Setiap pagi kita bangun, kita langsung dihadapkan oleh banyak pilihan. Kita bisa memilih untuk langsung bangun dari tempat tidur, ke kamar mandi, gosok gigi, mandi, dan seterusnya, atau kita bisa memilih untuk bersantai-santai dulu di tempat tidur, mungkin sambil twiteran atau facebookan. Jadi dari detik kita melek aja, otak kita sudah berputar dan diharuskan untuk memilih mau ngapain.

Saya setuju kalau di dalam hidup ini, penuh dengan pilihan. Apa yang akan kita lakukan detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, minggu ini, bulan ini, tahun ini, dan seterusnya. Tapi, saya ngga setuju kalau adalah sebuah pilihan hidup apakah kita mau sukses atau ngga sukses. Meskipun ini adalah sebuah ‘pilihan’, tapi sesungguhnya, menurut saya ini bukan pilihan. Bodoh amat kalau ada orang yang mau ‘milih’ untuk ngga sukses di dalam hidupnya? Ingat, sukses menurut masing-masing orang berbeda-beda dan ngga ada yang salah. Sukses BUKAN semata selalu hanya soal materi.

Ilustrasinya begini.. kalau salah satu arti sukses dalam hidup ini menurut Agan adalah untuk bisa membantu anak-anak yatim piatu,.. masa Agan milih untuk ngga sukses alias gagal dalam membantu anak-anak yatim piatu? Setiap orang punya arti suksesnya, dan sudah seharusnya setiap manusia berjuang untuk memastikan dia dapat meraih apapun arti suksesnya.

Jadi,.. jadikanlah sukses menjadi tujuan hidup Agan. Bagi saya, kalau bisa sukses di dalam hidup ini, kenapa mesti milih ‘biasa-biasa’ aja?

See you ON TOP!

diambil dari : http://www.kaskus.co.id/thread/51d6c2163c118e5d74000002/sukses–tujuan-hidup/

Advertisements
Categories: Pengembangan Diri | Tags: , , , , | Leave a comment

Merencanakan Keuangan

Semua orang ingin hidup bahagia, sejahtera, dan sentosa. Tapi, mungkinkah keinginan itu bakal terwujud? Takdir memang ada di tangan Tuhan. Tapi, bukan mustahil kebahagiaan dan kesejahteraan itu bisa kita ciptakan sendiri, tentu dengan usaha dan kerja keras.

Keinginan hidup lebih baik di masa mendatang adalah modal berharga. Pertanyaannya, bagaimana bisa mencapainya? Kunci dari semua itu adalah menata dan merencanakan keuangan kita secara matang. Hanya saja, dasar keinginan untuk mewujudkan kebahagiaan saja kurang kuat memotivasi kita untuk berdisiplin mengelola keuangan. Harus ada tujuan spesifik agar kita lebih fokus pada tujuan dan sasaran ke di masa mendatang.

Bagaimana memastikan bahwa beberapa keinginan dalam hidup itu adalah tujuan utama kita? Kita harus menyadari bahwa sebuah mission impossible mewujudkan semua keinginan. Kita harus lebih bijak menentukan secara spesifik, apa saja tujuan utama itu. Caranya, kita harus mendata lebih dulu semua tujuan itu berdasarkan siklus dan tahap kehidupan.

Misalnya, jika Anda sekarang masih lajang, mungkin membeli kendaraan, memiliki rumah, menikah termasuk tujuan hidup Anda. Setelah Anda menikah dan punya anak, membiayai pendidikan anak hingga jenjang paling tinggi, menyiapkan pensiun, menyiapkan dana untuk pernikahan anak, menjadi tujuan berikutnya.

Di antara sekian banyak tujuan itu, kita harus menyortir dengan tetap berpijak di bumi. Artinya, dengan melihat kemampuan diri Anda dan keluarga, kondisi keuangan, dan unsur kebutuhan mendesak. Anda harus berani menentukan mana yang menjadi prioritas utama.

Seringkali, dalam penentuan tujuan prioritas, muncul godaan-godaan di tengah jalan. Contoh, ketakutan atau kekhawatiran Anda atau pasangan Anda sakit berat atau meninggal dunia. Pelbagai risiko ini memang harus dipertimbangkan, tapi jangan mengganggu penentuan tujuan hidup.

Faktor emosional itu justru akan mengganggu tujuan sesungguhnya perencanaan keuangan keluarga Anda. Kekhawatiran dan ketakutan akan masa depan tidak bisa menjadi dasar tujuan perencanaan keluarga. Motivasi yang lebih mendasar adalah meraih dan mewujudkan kebahagiaan bagi Anda dan keluarga Anda.

Perencanaan keuangan bukan sekadar berkaitan dengan nilai uang. Kalau kita hanya menyederhanakan dalam hitungan angka, tujuan perencanaan keuangan tidak maksimal. Sebab, tak mungkin kita bilang, jatah uang memasukkan anak ke universitas Rp 75 juta dan biaya liburan hanya Rp 10 juta akan selalu jadi kenyataan.

Meski akhirnya kita harus berhitung dengan angka, tujuan perencanaan keuangan lebih besar dari itu, yakni memberikan yang terbaik bagi keluarga. Konkretnya, ini adalah cara mewujudkan kesenangan dan kebahagiaan bagi keluarga. Sukses tak cukup dihitung dari pencapaian angka. Lebih dari itu, ukuran tertinggi adalah kepuasan batin.

Skala waktu

Maka, saat menetapkan prioritas tujuan perencanaan keuangan keluarga, tidak ada salahnya kita mulai memilah tujuan dengan skala waktu: jangka panjang dan jangka pendek. Tujuan jangka pendek biasanya dalam kurun waktu 12 bulan. Sedangkan tujuan jangkap panjang bisa lebih dari satu tahun sampai puluhan tahun.

Perencanaan jangka panjang dan pendek adalah sebagai pemilah kebutuhan mendesak dan penting. Kita acap sulit membedakan keduanya. Mungkin, kebutuhan dan tujuan kita adalah penting, tapi tidak mendesak saat ini. Misalnya, kita saat ini memiliki anak masih bayi dan berniat merencanakan pembiayaan pendidikan si buah hati. Biaya pendidikan anak jelas penting, tapi belum mendesak dilakukan dalam waktu dekat.

Ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan tujuan perencanaan keuangan keluarga. Yakni, SMART: specific, measurable, achievable, realistic, dan time-frame.

Pertama, spesifik. Artinya, kita harus dapat membayangkan tujuan kita secara detail. Misalkan, untuk dana pendidikan anak, kita harus dapat memperkirakan calon universitas anak kita nanti. Kita juga harus dapat membayangkan kehidupan yang kita inginkan pada saat mengisi masa pensiun nanti.

Keduameasurable (dapat diukur). Alat ukurnya adalah besaran uang. Misalkan, kita ingin menyusun rencana liburan akhir tahun. Kita harus memperkirakan kebutuhan anggaran berlibur bersama.

Ketiga, achievable atau dapat kita capai. Agar tidak menjadi pungguk merindukan bulan, sebaiknya tujuan keuangan disesuaikan dengan kemampuan keuangan kita.
Keempat, realistis atau masuk akal, bukan khayalan yang tidak dapat diwujudkan.

Kelimatime-frame. Artinya, kita harus memiliki jangka waktu yang jelas untuk mencapainya. Misalkan untuk pendidikan anak, kita harus tahu jelas kapan anak akan kuliah. Kita juga harus mengetahui pada umur berapa kita akan pensiun dari pekerjaan kita

diambil dari salah satu artikel di internet.

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , , , , , | 1 Comment

Mengatasi Kemalasan

Jika Anda merasa malas menjalani aktivitas dalam hidup, maka solusi menghindari menghilangkan rasa malas tersebut harus Anda pelajari. Sifat malas akan berakibat buruk bagi kehidupan Anda yang tentunya itu tidak Anda harapkan.

Mereka sibuk dan mereka tetap sibuk karena itu salah satu cara untuk menghindari sesuatu yang tidak ingin mereka hadapi. Ada orang sibuk nonton TV, sibuk memancing, bermain golf, sibuk belanja ke Mall, namun didalam hati mereka ingin menghindari sesuatu hal yang tidak ingin mereka hadapi. Ini adalah bentuk kemalasan yang paling umum.

Malas dengan jalan tetap sibuk. Ada juga orang yang sibuk bekerja keras sehingga tidak perduli dengan istri dan anaknya. Dan ada juga orang yang terlalu sibuk mengurusi kekayaan mereka dan tidak perduli dengan kesehatan mereka. Dan ada orang yang terlalu sibuk mengurusi kesehatan dan tidak perduli lagi terhadap pekerjaan.

Yang menjadi ukuran malas adalah apa yang dianggap penting jauh di dalam lubuk hati mereka, tetapi mereka hindari.

Kata Robert Kiyosaki, “Obat untuk kemalasan adalah sedikit ketamakan”. Seringkali kita mendengar dikatakan bahwa “orang tamak adalah orang yang jahat”. Namun dalam diri kita semua adalah nafsu/hasrat untuk memiliki barang-barang baru atau bagus atau hal-hal yang menyenangkan. Jadi agar hasrat itu tetap terkendali, orang tua kita kerap kali menemukan cara-cara untuk menekan hasrat itu dengan cara menciptakan rasa bersalah.

Jadi, setiap kali anda mendapati diri anda menghindari sesuatu yang anda tahu seharusnya anda lakukan, maka satu-satunya hal yang anda tanyakan pada diri anda sendiri adalah “apa untungnya untuk saya?” Bersikaplah sedikit tamak. Itulah obat yang terbaik untuk kemalasan. Akan tetapi, terlalu tamak, seperti apapun lainnya yang berlebihan, tidaklah baik.

Menurut saya pribadi, bagaimana menghilangkan rasa malas kita harus mempunyai alasan yang sangat kuat. Dan alasan yang sangat kuat adalah menghindari sengsara dan mencari nikmat.

Bila kita sedang malas, bayangkan, dengarkan dan rasakan penderitaan yang amat sangat dengan detail dan emosionil (tulis minimal 10 kerugian) bila kita masih bermalas-malasan atau tidak melakukan hal-hal yang penting, dan bayangkan, dengarkan dan rasakan kenikmatan yang amat sangat secara detail dan emosionil (tulis minimal 10 kenikmatan) bila kita sudah mulai rajin dan melakukan hal-hal yang penting.

Akhir kata, semoga artikel ini memotivasi Anda untuk melawan rasa malas dan merasakan dampak positif dari sifat rajin!t

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , | 3 Comments

Feng Shui Percayahkah ?

Percaya pada ramalan mungkin sudah menjadi kebiasaan Anda dalam menebak nasib. Ramalan fengshui boleh saja Anda percayai untuk merubah kehidupan Anda.

Menurut pengalaman saya, ramalan Feng Shui akan menjadi kenyataan bila kita fokus dan yakin (atau terpengaruh/ secara tidak sadar Sub-Concious Mind kita ). Dan cenderung akan tidak terjadi ramalan tersebut bila kita fokus dan yakin pada hal yang berlawanan dari ramalan tadi. Apalagi bila kita cenderung tidak peduli atau tertantang untuk membuat hal yang sebaliknya dari ramalan tadi. Kemudian mengenai Feng Shui itu sendiri, saya percaya seperti hal berikut, bahwa hal keberuntungan itu ada tiga:

Keberuntungan Langit, yang dimana segala sesuatu hal yang tidak kita bisa rubah itu namanya keberuntungan langit, dimana, anaknya siapa, yang dari Tuhan itu 100% haknya Tuhan. Kita tidak punya kewenangan atau hak apapun untuk merubahnya. Keberuntungan Bumi, adalah kalau menurut saya 50% hak manusia dan 50% lagi adalah hak Tuhan, maksudnya adalah Feng Shui itu sangat-sangat tergantung dari manusianya juga, tergantung dari buminya juga. Misalnya kita tinggal dimana dan kita tidak suka, kita bisa pindah rumah. Dan bila keberuntungan manusianya tinggi maka keberuntungan buminya juga akan terpengaruh.

Ada catatan dibukunya Daniel Goleman tentang Emotional Quotient, dimana pada waktu Hawaii dilanda badai, ternyata apa yang terjadi, orang-orang yang mempunyai kecerdasan emotional yang lebih tinggi, keberuntungan buminya pun ikut terpengaruh, seharusnya terkena badai dia hancur, tetapi setelah di survey orang-orang yang mempunyai kecerdasan emotional lebih tinggi mereka selamat, entah mungkin rumahnya rubuh, tetapi mereka sudah membuat suatu pertahanan di basement, sehingga mereka selamat, mungkin mereka sudah mengasuransikan, sehingga dapat ganti rugi. Ada juga yang sudah membangun pondasi yang lebih kuat, inilah yang membedakan orang yang naif mengandalkan nasib dan yang mengandalkan talenta yang diberikan oleh Tuhan. Salah satu contoh, ada rumah di Solo yang kalau dinilai secara Feng Shui sangat buruk ( tusuk sate, dibelakang rumah ada sungai, jalan yang tusuk sate tersebut, dari atas kebawah, mengarah ke rumah dibawah ). Tapi orang ini termasuk salah satu orang yang paling kaya di Solo saat itu. Ada orang bilang itu karena orangnya kuat. Inilah yang dimaksud keberuntungan manusianya bagus.

Keberuntungan Manusia itu adalah 100% haknya manusia. Tuhan sudah memberikan kita talenta melalui keberuntungan langitnya, boleh dikata kita masing-masing punya talenta / bakat / hal yang dahsyat seperti yang dikatakan dalam kitab suci. Jika dia diberikan talenta lima maka dia harus mengembangkan menjadi sepuluh atau lebih, dan bagi yang diberi talenta satu tapi tidak bisa mengembangkannya, masih tetap satu, maka talenta ini akan diambil dan diberikan pada yang memiliki sepuluh. Iman Kita Kepada Tuhan itu memberikan baik apa adanya, walau pun terjadi badai atau kebakaran hutan kita harus ada permohonan dalam hidup kita, itu hukum alam selalu ada naik dan ada turun, tapi dalam hidup ini kita harus percaya kita harus fokus punya iman bahwa akan terjadi suatu hal yang baik dan kita terus belajar kepada orang – orang yang sudah mencapai pada hal yang kita inginkan menjadi baik dan kita kerjasama dengan orang – orang yang terbaik dibidangnya jadi kita memberikan yang terbaik dari usaha kita, maka kita akan mencapai usaha yang kita ingin kan mungkin Tuhan menunda tapi bukan menolak.

Saran saya, bila kita tidak percaya kepada Feng Shui maka kita tidak perlu bertanya, fokuslah untuk mengembangkan talenta kita sendiri untuk membuat nilai tambah yang baik untuk kita, orang banyak dan Tuhan maka kita akan sukses. Bila kita percaya atau sudah terlanjur tanya atau mendapat informasi yang tidak ada ruginya untuk kita jalankan atau bila informasi tadi, bila tidak kita jalankan, kita merasa terganggu di pikiran kita. Saran saya, jalankan apa yang di minta pakar Feng Shui tadi, sehingga kita bekerja lebih yakin dan mantap.

Kalau ramalan itu jelek tugas kita untuk membalikkan bahwa itu tidak terjadi karena kita percaya pada Tuhan bukan kepada ramalannya dan Tuhan telah memberikan baik adanya. Dan kalau yang terjadi yang jelek maka kita harus memberikan arti yang baik. Biasanya kita harus mengambil tindakan yang baik untuk kita, orang banyak dan yang baik untuk Tuhan itu sendiri, saya percaya bahwa ramalan itu salah. Bila ramalan itu baik tugas kita percaya bukan berarti kita naïf, tapi kita benar menyadari karunia yang diberikan Tuhan untuk mengembangkan talenta yang diberikan tadi baik. Karena semua itu adalah tergantung bagaimana kita memberi arti, semoga bermanfaat.

From : TDWClub

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , | Leave a comment

4 zones for success

Dead Zone

Orang yang berada di dalam dead zone merupakan orang yang selalu membanggakan prestasi masa lalu kepada orang lain, namun kondisi nya sekarang sangatlah berbeda dengan kejayaan masa lalu tersebut. Orang seperti ini juga sukar untuk diajak maju (menolak pertolongan), dan malah terkadang bangga dengan kekurangan nya. Tipe orang seperti ini cenderung bertahan dengan keadaannya sekarang, dan sering mengeluh tentang hidupnya yang sekarang. Apabila anda berada di zona ini maka segeralah pindah zona, karena tidak ada masa depan di zona ini.

Confort Zone

Orang yang berada di zone ini biasanya memiliki mental untuk maju, namun kemajuannya hanyalah kemajuan yang terbatas. Orang di zone ini juga akan merasa bahwa pencapaiannya sudah cukup bagus sehingga dia tidak cenderung tidak berani ambil resiko cukup besar dan ada beberapa yang tidak mau belajar karena merasa dirinya sudah mampu.

Panic Zone

Orang yang berada di zona ini merupakan orang yang sudah terlalu lama berada di confort zone kemudian dia melihat orang lain lebih maju pesat dari dia. Orang berada di zone ini akan merasa panic dengan kemajuan orang lain.

Stretch Zone

Orang pada zone ini akan memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yang baru dari waktu ke waktu, menseting goal setinggi-tinggi nya dan akan selalu konsisten mendorong dirinya untuk berkembang.

Dimana kah diri anda ?

All things are Possible for those that Believe!!!! (Matthew 19:26; Mark 9:23; Mark 10:27)

 

Categories: Pengembangan Diri | Tags: , , | Leave a comment

Menseting Goal

Merancang tujuan hidup dibutuhkan beberapa langkah yang tepat agar diri Anda bisa lebih sukses. Goal kehidupan Anda bisa Anda atur sekarang juga.

Bagaimana mensetting goal yang bisa membuat diri Anda jauh lebih dahsyat.
Goal atau tujuan. Setiap orang pasti punya goal termasuk Anda. Goal bisa dibuat setiap tahun, setiap bulan, bahkan setiap hari, dan setiap jam pun Anda bisa membuat goal Anda. Namun sudah pasti ada perbedaannya.

Goal pertahun, pastinya akan jauh lebih besar dan biasanya itu goal jangka panjang. Jika Anda sudah mempunyai goal jangka panjang Anda. Saya akan berikan tips untuk mempermudah Anda dalam mencapainya, misalnya si Amir mempunyai goal dalam setahun mendapatkan keuntungan 12 milyar dalam setahun, terlalu besar? Namun setahun ini dengan goal tersebut bisa kita bagi untuk menjadi goal bulanan. Jadi Amir dalam sebulan harus 1 milyar pemasukannya, terlalu besar? Bisa dibagi menjadi goal harian, dalam sehari Amir harus meperoleh 33 juta. Dengan demikian akan jauh lebih kecil untuk mencapai goal yang sama.
Pada umumnya saya selalu memberikan saran kepada member lainnya untuk membuat goal yang lebih besar dari apa yang mampu Anda capai, misalnya Anda bisa dan yakin mencapai 300juta, Anda set goal 500juta.

Berikut faktor-faktor apa saja yang harus Anda jadikan goal untuk Anda :

  • Sikap = Apa yang anda mau rubah dalam ide goal Anda
  • Public Service = Sosialisasi, targetkan berapa orang dahsyat yang harus Anda kenal
  • Physical
  • Financial = berapa income yang Anda targetkan dalam goal Anda?
  • Family
  • Education = dalam goal Anda, pembelajaran apa yang harus Anda kuasai
  • Career

Semoga informasi ini cepat Anda manfaatkan dan praktekkan,

diambil dari : tdw club

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Pengembangan Diri | Tags: , , , , , | 1 Comment

Perencanaan

Beberapa hari lalu saya tergabung dalam pelayanan untuk perayaan Natal di gereja saya. Dalam menyiapkan acara Natal tersebut saya mengamati banyak hal. Dimulai dari pembagian kelompok tugas, persiapan dekorasi, persiapan lighting, multimedia serta penyusunan rundown acara. Hal yang menarik, ketika saya mengamati sebuah rundown ternyata setiap detik waktu terjadwal dengan rapi, bahkan apabila ada kegiatan yang hampir overtime maka sang EO akan segera memperingatkan agar tidak terjadi overtime.

Sejenak saya berpikir, untuk perayaan Natal saja kita merencanakan dengan detail. Namun seberapa banyak kah dari kita yang merencanakan dengan detail kehidupan kita. Banyak orang hidup dengan mengalir dan tidak terencana, maka seperti perayaan Natal yang akan kacau jika tidak ada persiapan dan perencanaan, demikian juga hidup kita akan kacau jika tanpa perencanaan. Oleh sebab itu mari kita rencanakan kehidupan kita sekarang, maka terobosan diwaktu yang akan datang akan terjadi.

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Love, Pengembangan Diri | Tags: , , , , | 2 Comments

Machine Gun Preacher

Sam Childers sebelumnya dikenal sebagai seorang biker yang suka berantem dan pecandu heroin yang tidak segan-segan untuk menempelkan pisau di leher seseorang. Kini sikap tangguh dan skill bertarung serta keberaniannya itu dia gunakan untuk membantu membela dan melindungi anak-anak Sudan yang dimutilasi, diperkosa atau dipaksa menjadi tentara oleh milisi pemberontak di Sudan. Kisah nyata Sam Childers kini diangkat ke film layar lebar dengan diperankan oleh aktor action yang terkenal :Gerard Butler!
Pengkhotbah  Bersenjata Sam Childers  dibesarkan di perbukitan Pennsylvania.Orangtuanya sopan dan jujur  ​​tetapi semenjak usia dini Sam mulai menunjukkan bakat untuk menjadi pembuat masalah. Ayahnya, seorang  mantan marinir mengatakan “Nak, suatu hari nanti seseorang akan membunuhmu!”
Sam di usia remaja sering terlibat dalam perkelahian, menjual obat terlarang dan tidur dengan perempuan yang sudah menikah. Dia terus tenggelam dalam kehidupannya yang penuh kekerasan dan kejahatan sampai ia menjadi Shotgunner – seorang penjaga bersenjata untuk pengedar narkoba. Pada masa itu ia bertemu Lynn, seorang stripper, yang kemudian menjadi istrinya.
Sam, dihantui oleh kata-kata ayahnya, menjadi semakin khawatir kalau-kalau dia akan terbunuh karena obat terlarang dan perlahan-lahan dia mulai menjauhkan diri dari kehidupan sebelumnya. Dia menemukan pekerjaan di bidang konstruksi dan hidupnya mulai mapan meskipun begitu dia tetap melanjutkan kebiasaannya dengan memakai narkoba dan alkohol. Lynn akhirnya kembali ke Gereja yang pernah ditinggalkannya pada masa mudanya.
Sam juga berusaha untuk membangun kembali hubungannya dengan Tuhan dan mulai menjalani hidup yang bersih. Perlahan tapi pasti segala sesuatunya mulai berubah menjadi lebih baik. Lynn melahirkan seorang bayi perempuan yang  sehat dan Sam memulai bisnis konstruksi sendiri. Sedikit yang mereka tahu bahwa tantangan terbesar mereka tidak lama lagi akan segera terjadi.
Pada tahun 1998, Sam tiba di desa Yei, Sudan Selatan. Negara Afrika yang berada di tengah-tengah Perang Sudan Kedua. Sam didesak oleh seorang Pastor dari Amerika yang sebelumnya telah bergabung dengan kelompok misi, untuk membantu memperbaiki sebuah pondok yang rusak dalam konflik. Pada saat menjalani misi ini ini Sam tersandung dengan tubuh seorang anak terkoyak oleh ranjau darat. Dia jatuh berlutut dan berjanji pada Tuhan untuk melakukan apa pun untuk membantu rakyat Sudan Selatan.
Sam kembali ke Sudan beberapa bulan kemudian untuk menjalankan klinik. Untuk memenuhi janjinya ia berkelana jauh di seluruh negeri, dari kota barat Yei ke desa-desa timur Boma. Saat melewati desa Nimule, di perbatasan Uganda, Tuhan mengirimkan kepadanya pesan: “Aku ingin engkau untuk membangun sebuah panti asuhan bagi anak-anak. Dan Aku ingin engkau membangunnya di sini”.
Masyarakat setempat mengira ia sudah gila. Pada saat itu, Tentara Perlawanan Tuhan, sebuah milisi pemberontak brutal yang telah menculik 30 ribu anak-anak dan membunuh ratusan ribu penduduk desa,telah  memporak-porandakan daerah tersebut. Tapi Sam bersikeras. Sam yakin Allah telah menyuruhnya untuk membangun panti asuhan di Nimule dan di sanalah ia akan membangun. Dia kembali ke Amerika Serikat, menjual bisnis konstruksi dan mengirim uang ke Afrika.
Perlahan-lahan panti asuhan mulai terbentuk. Pada siang hari Sam membersihkan semak-semak dan membangun pondok yang akan menjadi  rumah bagi anak-anak. Saat malam hari, dia tidur di bawah kelambu dengan kain ayunan di bawah pohon: Alkitab di satu tangan, AK47 di tangannya yang lain. Sementara itu, di Pennsylvania, istrinya Lynn dan putrinya Paige berjuang dalam pertempuran mereka sendiri. Mobil keluarga itu diambil alih dan pemberitahuan penyitaan telah disampaikan ke rumah mereka. Sam punya cukup uang untuk membayar hutangnya atau menyelesaikan panti asuhan. Dia tidak mampu menanggung keduanya jadi dia mengirim uang ke Afrika. Dengan selesainya panti asuhan, Sam mulai memimpin misi bersenjata untuk menyelamatkan anak dari LRA. Itu tidak lama sebelum kisah-kisah eksploitasi beredar dan penduduk desa mulai memanggilnya “Pengkhotbah Machine Gun.”
Categories: Pengembangan Diri | Tags: , , | Leave a comment

Kapasitas Hati

Musim hujan adalah musim yang sangat dinantikan oleh penduduk yang daerahnya sulit air. Banyak dari mereka ketika hujan tiba membawa ember untuk menampung air sehingga bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Terinspirasi dari fenomena tersebut coba kita bayangkan, seandainya air hujan adalah kebahagiaan yang terdiri dari kemakmuran + kesehatan + cinta maka untuk dapat kebahagiaan yang banyak kita harus memperbanyak / memperbesar ember kita untuk dapat menampungnya. Ember disini berbicara tentang kapasitas hati.

Apa itu kapasitas Hati ?

Seperti layaknya air hujan yang terdapat bermacam-macam butiran air yang kemudian apabila ditampung didalam ember akan membentuk suatu kesatuan, demikian juga kapasitas hati merupakan kesatuan dari beraneka ragam attitude. Contoh nya adalah attitude kerajinan, tingkat pengendalian emosi, tingkat disiplin diri, dan macam-macam attitude lainya. Semakin besar kapasitas hati ini, maka semakin besar juga tingkat kebahagiaan anda. Oleh sebab itu mari latih diri kita untuk terus meningkatkan kapasitas hati kita.

Categories: Love, Pengembangan Diri | Tags: , , , , | Leave a comment

Hujan Yang Wajar

Ketika jaman kuliah dulu saya pernah mendapat fenomena yang bisa untuk pelajaran. Saat itu musim hujan dan kuliah yang saya ambil saat itu adalah sesi 1 (jam 7 pagi). Ketika sampai di kampus ternyata di sana cuma ada 2 orang yang telah hadir disana, padahal waktu sudah menunjukan pukul 6.50 wib. Sambil menyapa saya berkata kepada teman saya “wow, keren nih udah dateng duluan”, teman saya menjawab “lho sekarang kan musim ujan, otomatis ngga bisa ngebut seperti biasanya, ditambah pasti lebih macet, jadi mendingan saya berangkat lebih pagi”, jawab teman saya. Beberapa waktu berselang dosen kami datang karena pada saat itu jam sudah menunjukan pukul 7. Ternyata di kelas cuma ada kami bertiga padahal mahasiswa yang terdaftar di absen adalah 68 orang. Karena dosen kami merupakan kategori dosen killer, maka dia langsung memulai kuliah dan memberikan quiz (semacam ujian kecil) yang nilainya akan digunakan untuk bonus, dan yang tidak hadir maka tidak akan mendapatkan bonus nilai.

Sepuluh menit berselang ternyata ada beberapa anak datang dan mereka berkomentar bahwa hujan deras & jalan macet maka WAJAR terlambat. Salah satu dari mereka ada yang berkata “wah kita telatnya kompak ya, hujan sih, WAJAR telat”. Kemudian mereka segera mengambil kertas dan kemudian ikut mengerjakan Quiz, tapi karena waktunya cuma 15 menit maka banyak dari mereka tidak bisa mengerjakan semua soal. Diakhir kuliah, ternyata mahasiswa yang masuk pada hari itu tidak sampai 50% dari total mahasiswa yang terdaftar.

Dari pengalaman ini dapat kita petik sebuah kesimpulan bahwa terkadang, banyak dari kita sering membuat pernyataan hal itu adalah WAJAR. Banyak dari kita berkata WAJAR tidak sukses karena banyak koruptor di indonesia, jadi perputaran uang tidak sehat. Ada juga yang berkata WAJAR nilainya jelek karena soalnya susah. Bahkan ada banyak kata WAJAR yang lain yang sering kita utarakan untuk membenarkan tindakan kita yang kurang baik. Oleh sebab itu tidak salah jika ada pernyataan WAJAR jika hidup mu masih biasa-biasa saja.

Karena Hujan ada beberapa orang mempersiapkan diri untuk tidak terlambat, sementara beberapa yang lain mengangap bahwa semua orang datang terlambat seperti dirinya.

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. (Proverbs 6:6 – 8)

Categories: Bisnis, Pemasaran dan Asuransi, Love, Pengembangan Diri | Tags: , , , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.